Kompas.com - 20/03/2015, 07:52 WIB
Wisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air.
EditorI Made Asdhiana

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan pariwisata ke depan akan menjadi kebutuhan primer. "Ke depan, satu dari sembilan tenaga kerja pasti berkecimpung di dunia kerja terkait dengan pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat cepat dan sangat tinggi menyerap tenaga kerja," katanya di Yogyakarta, Rabu (18/3/2015).

Pada wisuda 472 lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) program D-3 Jurusan Perhotelan dan S-1 Jurusan Hospitality (Ilmu Pariwisata), Pitana mengatakan saat ini industri pariwisata menjadi penghasil devisa yang cukup banyak di Indonesia.

"Oleh karena itu, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bukan merupakan ancaman tetapi tantangan bagi kita untuk berbakti dan memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara," kata Pitana.

Ketua Stipram Suhendroyono mengatakan para pegiat pariwisata meyakini pariwisata akan menjadi salah satu bidang yang akan mampu berbicara banyak di tengah pesimisme sebagian pihak menghadapi MEA 2015.

"Mereka optimistis pariwisata akan menjadi industri dahsyat. Dengan jumlah wisatawan mancanegara 9 juta orang akan meraup dollar cukup banyak dan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit," katanya.

Menurut Suhendroyono, angka 9 juta wisman akan mampu meraup pendapatan 21 juta dollar AS dan menyerap 3,2 juta tenaga kerja. Angka itu merupakan penyerapan tenaga kerja yang cukup signifikan di tengah pengangguran terdidik sebanyak 40 juta orang. "Apalagi jika target 20 juta wisman tercapai. Saya meyakini masyarakat Indonesia akan sejahtera, dan setiap rakyat tidak akan lagi menanggung utang satu sen pun," kata Suhendroyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Travel Update
DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

Travel Update
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.