Kompas.com - 20/03/2015, 13:54 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS - Koordinasi antar-kementerian dan lembaga penting dilakkan guna mempersiapkan implementasi kebijakan penambahan 30 negara bebas visa kunjungan singkat ke Indonesia. Koordinasi meliputi dasar hukum, program daya tarik wisata, dan sosialisasi.

Pemerhati pariwisata Sapta Nirwandar kepada Kompas, Rabu (18/3/2015), di Jakarta, mengatakan, koordinasi persiapan implementasi meliputi Kementerian Pariwisata, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan Kementerian Luar Negeri.

”Persiapannya harus matang. Sebab, pemberian bebas visa kunjungan singkat juga berkaitan dengan hubungan antarnegara. Apakah hubungan tersebut sudah kuat sehingga memuluskan rencana bebas visa kunjungan singkat?” ujar Sapta.

Mekanisme selanjutnya adalah pelaksanaan, yakni turis bisa mengurus fasilitas bebas visa kunjungan singkat di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Oleh karena itu, hal yang dibutuhkan adalah dasar hukum.

”Sosialisasi terkait bebas visa kunjungan singkat harus gencar hingga ke tingkat daerah. Ini berguna untuk penyusunan program promosi atraksi wisata,” kata Sapta.

Ketua Komite Tetap Pengembangan Pariwisata Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Johnnie Sugiarto mengatakan, proses implementasi kebijakan tersebut tidak bisa berjalan instan. Dalam hal penyusunan materi program promosi, misalnya, Pemerintah Indonesia perlu melakukan survei tentang jenis-jenis wisata apa yang disukai oleh turis asing.

SERAMBI/M ANSHAR Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.

Lebih jauh, kata Johnnie, Indonesia perlu memiliki ikon-ikon daerah wisata yang diunggulkan. Bali mungkin bisa dijadikan pintu masuk untuk memperkenalkan turis akan keindahan alam dan budaya daerah lainnya.

Telah disurvei

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pihaknya telah menyurvei jenis wisata yang disukai wisatawan. Sebanyak 35 persen responden menggemari wisata alam seperti ekologi dan kelautan. Sebanyak 60 persen responden menyenangi jenis wisata budaya seperti kuliner, religi, peninggalan sejarah, dan belanja. Sisanya 5 persen menyukai wisata yang terintegrasi dengan pertunjukan dan pameran.

”Kami akan memperkuat promosi dan penyelenggaraan atraksi berdasarkan hasil survei tersebut. Kami juga berupaya agar pelayanan kepada turis semakin bagus,” tutur Arief.

Kebijakan pemerintah itu disambut positif oleh pelaku usaha industri pariwisata. Namun, kebanyakan wisatawan asing yang datang ke Indonesia masih dengan destinasi yang sama.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Rangkaian upacara adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Jumat (20/6/2014).

Supervisor Bayu Buana Travel Service Harryanto Tjung menjelaskan, kebijakan pemerintah akan berdampak positf terhadap dunia pariwisata walaupun belum terlihat sekarang. ”Kami akan melakukan promosi dengan berkoordinasi melalui agen perjalanan luar negeri," jelasnya.

Manajer Marketing dan Komunikasi PT Dwidaya Word Wide Yanty Wijaya mengatakan, sebagai pelaku industri pariwisata, perusahaannya akan melakukan berbagai terobosan menyambut kebijakan pemerintah tersebut. ”Kami akan kembangkan inovasi produk paket wisata yang akan ditawarkan pada negara-negara tersebut,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Guntur Sakti mengatakan, Kepulauan Riau memfokuskan pasar untuk Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Korea Selatan. Kemasan akan disesuaikan dengan kebutuhan pelancong dari masing-masing negara itu. (B01/B09/RAZ/MED)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Travel Update
8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

Jalan Jalan
Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Jalan Jalan
Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Travel Update
5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

Travel Update
Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Jalan Jalan
6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

Travel Tips
Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Jalan Jalan
Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Jalan Jalan
Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Travel Update
Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Jalan Jalan
Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Travel Update
Tips Melakukan Solo Trekking, Jelajahi Alam Sendirian Tanpa Guide

Tips Melakukan Solo Trekking, Jelajahi Alam Sendirian Tanpa Guide

Travel Tips
Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang Karya Nelayan Lokal

Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang Karya Nelayan Lokal

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.