Kompas.com - 21/03/2015, 09:32 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya optimistis jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia akan semakin meningkat dengan ditambahnya jumlah negara bebas visa ke Indonesia. Arief menuturkan, pada 2013 silam angka kunjungan wisman mencapai 8,8 juta orang. Angka itu meningkat menjadi 9,4 juta wisman pada 2014, atau naik 7,2 persen dibanding 2013.

“Tahun 2015, kami beranikan diri melompat dengan target 12 juta, dan tahun 2019 harus menembus angka 20 juta wisman. Rata-rata per tahun naik 16 persen, target yang sangat optimis,” kata Arief, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Arief mengaku lega karena Presiden Joko Widodo bakal merilis paket kebijakan untuk memperkuat nilai tukar rupiah saat ini dengan pembebasan visa untuk turis asing dari 30 negara.

“Itu support yang konkret. Selama ini kami sudah koordinasi lintas sektoral untuk bebas visa 4 negara, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang dan Rusia. Ini akan menjadi 30 negara, pintu pariwisata semakin terbuka,” kata Arief.

Mantan pimpinan PT Telkom Indonesia itu, mengakui, target kenaikan kunjungan wisman yang dipatok cukup tinggi. Namun, menurut Arief, angka itu bukan mustahil untuk diraih. Selain penerapan bebas visa, pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu mengaku telah merancang strategi khusus untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Indonesia. 

Salah satunya mencanangkan semboyan Great Spirit: Indonesia Bekerja! Wonderful Indonesia. Ia menuturkan, strategi besar untuk menggenjot kunjungan wisman adalah menjaga keberlangsungan pertumbuhan, mengintegrasikan e-tourism berbasis teknologi, dan menggenjot dukungan pemerintah pada industri pariwisata.

“Kami sudah menghitung, kami sudah merancang, dan mulai running,” ucap Arief.

KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Wisatawan asing sedang asik melihat barang antik yang didagangkan di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013). Pada tahun 2013 ini, pemerintah menargetkan sebanyak sembilan juta wisatawan asing berkunjung ke Indonesia.
Menpar mengaku strategi yang dirancangnya itu mulai membuahkan hasil, yakni berupa kenaikan kunjungan wisman pada Desember 2014 yang menembus tembus 915.000 orang. Padahal pada bulan November 2014, wisman yang menghabiskan waktu berlibur di Indonesia masih di angka 764.000 orang.

Namun, Arief mengaku belum sepenuhnya puas dengan angka-angka itu, jika dibandingkan dengan negara tetangga. Sebab, Singapura mampu menarik 13,7 juta wisman pada tahun lalu. Malaysia berhasil menembus 22,9 juta wisman. Sedangkan Thailand dapat mencapai 24,8 juta wisman.

“Kami dengan 9,45 juta pengunjung saja, sudah naik 7,2 persen, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan turisme dunia, yang berada di angka 4,7 persen saja. Dengan visi atau strategi yang clear (jelas) dan achieveable (bisa diraih), lalu menyiapkan panduannya, kami yakin,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.