Kompas.com - 25/03/2015, 15:07 WIB
Segelas kopi es dari sebuah kedai yang membekukan tengara denyut pecinan terlawas di Jakarta. Agni MalaginaSegelas kopi es dari sebuah kedai yang membekukan tengara denyut pecinan terlawas di Jakarta.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Namun, ada menu kopi andalan Tak Kie yang harus diminta dengan pesanan khusus, Kopi Tak Tak. "Ini menu khusus, Kopi Tak Tak, 'kopi tantangan'. Rasanya kuat, dijamin melek. Kopinya racikan dan khas Tak Kie, kopi lamping campur dengan resep khusus jadilah cita rasa khas Tak Kie!" ujar Ayauw kepada saya. Barangkali, sajian kopi ini setara dengan kopi espresso.

Pelanggan setia kedai kopi ini adalah orang-orang tua dari generasinya, Ayau melanjutkan kisahnya. Tak banyak generasi muda yang rajin menongkrong di kedai kopinya. Sesekali pelancong mancanegara dan domestik singgah untuk mencicipi menu kopinya.

Di meja kasir, Ayauw kerap menuturkan kisah mengenai masa kejayaan kedai kopi Tak Kie kepada para pelanggannya yang hendak membayar. Sering juga ia menunjukkan kepada mereka tentang koleksi foto-foto lawas kawasan Glodok.

Ayauw masih menyimpan memori. Gayung pun bersambut. Japan Foundation bersama 168 Project, dimotori oleh Evelyn Huang, sang kurator karya seni bersama sejumlah seniman menggelar pameran bertajuk Recollecting Memory Kedai Kopi Tak Kie pada 28 Februari hingga 16 Maret 2015. Semangat Ayauw untuk mengenang Tak Kie sebagai ruang temu bagi warga Glodok sejak akhir tahun 1920-an menjadi kekuatan pameran ini.

Pagelaran ini menyuguhkan pelbagai media penyimpan memori seperti gambar ilustrasi Tak Kie Series, musik Mandarin dari artis tenar macam Andy Lau dalam kompilasi Kopi Es Tak Kie Golden Love Song, video (Tak Kie Micromentary), dan Tak Kie Jurnal.

Tak tanggung-tanggung, pameran ini pun terwujud melalui serangkaian riset dan observasi partisipatif di mana senimannya berkarya dengan merespon fragmen memori yang tertangkap dari cerita verbal maupun obyek yang bercerita dalam kedai kopi. Evelyn mengatakan, pameran ini mewakili sebagian memori kolektif keseharian komunitas Tionghoa di kawasan Glodok.

Sembari menikmati segelas kopi es Tak Kie, kita dapat merasakan atmosfer dunia lain. Waktu seolah berhenti saat kita menyeruput kopi es sambil menduduki bangku kayu dan menatap meja jati tua yang aus dan menghitam. Foto-foto tua dan gambar orang tenar seperti Presiden Jokowi yang pernah mampir di kedai ini pun menemani pengunjung kala menyeruput sajian kopi legit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walaupun geliat sinar Tak Kie mulai memudar, kita masih dapat menyaksikan mozaik interaksi multikultur di kedai kopi ini. Penikmat kopi nusantara pasti tak akan melewatkan kesempatan mengunjungi kedai kopi Tak Kie. Ayauw hanya bergumam, “Mungkin tak ada yang mau meneruskan usaha ini, tapi saya yakin, pelanggan Tak Kie akan tetap setia.”

(Agni Malagina, sinolog dari Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia)

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Austria Sambut Wisatawan dari Singapura dan Thailand 24 Juni 2021

Austria Sambut Wisatawan dari Singapura dan Thailand 24 Juni 2021

Travel Update
Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Travel Update
11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

Travel Update
Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Travel Update
Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Travel Update
Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Travel Update
Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Travel Update
Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Travel Update
UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

Travel Update
Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Travel Update
Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Travel Update
Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Travel Update
Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Travel Update
4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

Travel Update
Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X