Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/03/2015, 18:10 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F
TIDAK hanya manusia yang bisa bersantai di onsen (tempat pemandian air panas), monyet pun punya tempat khusus dan bisa bersantai di onsen, terutama di Taman Monyet Jigokudani, Yamanouchi, Distrik Shimotakai, Perfektur Nagano, Jepang.

Taman ini merupakan bagian dari Taman Nasional Joshinetsu Kogen atau dikenal juga sebagai Shigakogen. Lokasinya di lembah Sungai Yokoyu di sebelah utara Perfektur Nagano. Nama Jigokudani berarti "Lembah Neraka", karena banyaknya uap dan air panas yang mendidih dari celah-celah retakan di tanah bekunya, ditambah dengan curamnya lembah, dinginnya udara, dan bahaya hutannya.

Lembah di ketinggian pegunungan 850 meter ini hanya bisa diakses melalui pendakian sekitar 2 kilometer melewati hutan. Kombinasi lokasi dan rute yang cukup menantang menjadikan perjalanan menuju tempat ini tidak begitu ramai walaupun terkenal di kalangan para pengelana.

Tempat ini terkenal akan banyaknya monyet Jepang (macaca fuscata), atau biasa disebut juga sebagai monyet salju, yang pergi ke lembah ini selama musim dingin, dan mencari makan di tempat lain pada bulan-bulan lain yang lebih hangat.

Pada musim-musim hangat monyet-monyet ini biasa menyantap tumbuhan, buah-buahan, dan serangga. Monyet-monyet ini tidak makan daging dan ikan. Ketika musim dingin tiba, ketika semua tumbuhan mati, monyet-monyet ini pun menyantap ranting-ranting atau kulit pepohonan di sekitar mereka untuk bertahan hidup.

Sejak tahun 1963, monyet-monyet ini turun ke lembah untuk mencari kehangatan selama musim dingin di onsen (sumber air panas) yang terletak di dasar lembah, dan pulang kembali ke dalam hutan jika malam sudah tiba.

Semenanjung Shimokita adalah batas utara tempat monyet Jepang ini berdiam yang terletak pada bagian barat laut Pulau Honshu, sekitar 500 km atau 310 mil ke utara dari Jigokudani. Tidak ada hewan primata yang bisa hidup pada lingkungan yang lebih dingin dari ini. Suhu dingin bisa mencapai minus 10 derajat Celcius.

Onsen ini dikelola oleh pihak perusahaan swasta, Jigokudani Yaen-koen Inc, dengan tiket masuk per orang 500 yen dan 250 yen untuk pelajar. Tidak ada masa libur dibuka terus sepanjang waktu 365 hari. Namun jam buka berbeda saat April-Oktober jam 08.30-17.00 sedangkan antara November-Maret antara jam 09.00-16.00.

Menggunakan bus satu jam dari stasiun kereta api Yudanaka, Nagano Electric Railway Yudanaka Line. Lalu 30 menit berjalan kaki. Apabila menggunakan mobil hanya 20 menit dari persimpangan Shinshu-Nakano pada Joshin-etsu Expressway. Hati-hati bagi pengendara mobil, untuk musim dingin karena terlalu dingin dan salju lebat seringkali di beberapa tempat ditutup.

Perusahaan ini didirikan sejak tanggal 3 Juni 1964 dengan modal 10 juta yen, dan sejak saat itu pula dipertunjukkan onsen khusus untuk monyet-monyet berendam. banyak sekali wisatawan dari mancanegara ke sana, hanya untuk memotret monyet yang bersantai berendam di onsen. Karena sering dikunjungi wisatawan, monyet pun jinak dan santai berjalan di antara banyaknya wisatawan tersebut.
 
Tahun 2012 ada sekitar 160 monyet di sana. Hati-hati kalau dekat monyet Jepang karena suka iseng mencuri barang yang menarik perhatian mereka seperti kacamata atau yang mengkilat termasuk kamera dengan lensanya mengkilat. Disarankan tidak menyentuh atau mendekati monyet tersebut, apalagi memberi makan sangat tidak direkomendasikan.

Jadi sebaiknya melihat saja dan memotret dengan hati-hati. Kamera diikat digantung ke leher, menjaga jika mendadak monyet datang berusaha mencuri kamera kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Negara Anggota ASEAN, Berikut Daftar Lengkapnya

11 Negara Anggota ASEAN, Berikut Daftar Lengkapnya

Jalan Jalan
Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Jalan Jalan
Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Jalan Jalan
Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Travel Update
Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Jalan Jalan
Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Travel Update
Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

Travel Update
Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Travel Update
Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Travel Update
Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Jalan Jalan
15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

Travel Tips
Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Travel Update
Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+