Kompas.com - 30/03/2015, 11:19 WIB
Ratusan penari menampilkan Tor-Tor Cawan pada pembukaan Festival Danau Toba, di Kabupaten Samosir, Sumut, Minggu (8/9/2014). Festival yang dilaksanakan 17 hingga 21 September 2014 tersebut dalam rangka memperkenalkan budaya di kawasan Danau Toba untuk meningkatkan citra kepariwisataan Indonesia ke dunia internasional. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADIRatusan penari menampilkan Tor-Tor Cawan pada pembukaan Festival Danau Toba, di Kabupaten Samosir, Sumut, Minggu (8/9/2014). Festival yang dilaksanakan 17 hingga 21 September 2014 tersebut dalam rangka memperkenalkan budaya di kawasan Danau Toba untuk meningkatkan citra kepariwisataan Indonesia ke dunia internasional.
EditorI Made Asdhiana
MEDAN, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Pemprov Sumatera Utara masih mengandalkan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jerman, Australia dan Belanda, untuk meningkatkan perekonomian dari sektor wisata daerah tersebut.

"Dari kunjungan wisman ke Sumut yang tercatat sebanyak 20.103 orang pada Januari 2015 itu terbanyak berasal dari enam negara tersebut," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution, di Medan, Minggu (29/3/2015).

Dominasi atau kunjungan terbesar dari enam negara itu terjadi hampir di setiap tahun. Bahkan, kunjungan turis Tiongkok menunujukkan tren meningkat setiap tahun.

Pada Januari 2015, misalnya, kunjungan turis Tiongkok naik 6,79 persen dari Januari 2014 atau mencapai 519 orang. "Adanya rencana pembukaan penerbangan langsung dari Tiongkok ke Bandara Kualanamu diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan dari negara itu," kata Solahuddin.

TRIBUN MEDAN/TAUFAN WIJAYA Turis asing turut menari dan mengenakan ulos dalam pementasan di Museum Hutabolon Simanindo di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (22/10/2010). Pemerintah Sumatera Utara berusaha meningkatkan kunjungan turis, salah satunya dengan menggelar Pesta Danau Toba 2010 yang berlangsung pada 20-24 November 2010.
Solahuddin memaparkan meski pengaruh penguatan dollar AS terhadap rupiah belum mempengaruhi kunjungan wisman ke Sumut pada awal tahun ini, tetapi diperkirakan kedatangan wisman pada 2015 akan naik dibandingkan tahun 2014.

Seyogianya, lanjut Solahuddin, kalau rupiah melemah, kunjungan wisman memang naik, tetapi hingga Januari belum terlihat.

Bahkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, kunjungan wisman pada Januari 2015 turun 11,03 persen atau tinggal 20.103 orang dari Januari 2014 yang mencapai 22.594 orang.

Kecuali dari Tiongkok dan Thailand, kunjungan wisatawan dari berbagai negara mengalami penurunan. "Krisis global masih berdampak pada kunjungan wisman ke Sumut," katanya.

BARRY KUSUMA Desa Suhi Suhi di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sudah meminta semua pihak terkait untuk mendukung program peningkatan wisatawan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Salah satu upayanya yang harus dilakukan adalah dengan mengembangkan wisata MICE (meeting, incentive, convention dan exhibition). Pengembangan MICE sangat memungkinkan di Sumut, khususnya di Kota Medan di mana keberadaan hotel dan restoran cukup memadai.

"Pembebasan visa 30 negara yang dilakukan Pemerintah Indonesia juga mendukung Sumut untuk meningkatkan MICE," tambahnya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X