Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/03/2015, 13:32 WIB
EditorI Made Asdhiana
DARI tempat kami berdiri di pantai Pulau Tidung, terlihat gugusan pulau-pulau kecil di kejauhan. Tertarik untuk mengetahui lebih jauh, kami pun mengunjungi beberapa pulau di antaranya. Sebagian pulau itu adalah pulau-pulau pribadi di Kepulauan Seribu, tempat berpesta, wisata, istirahat, juga konservasi burung.

Dari 110 pulau di Kepulauan Seribu, seperti tercatat dalam Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 1986 Tahun 2000, 23 pulau di antaranya pulau milik pribadi. Itu di luar 11 pulau yang dihuni penduduk setempat dengan jumlah total 21.000 jiwa.

Pulau-pulau yang kami singgahi adalah Pulau Kotok Kecil, Pulau Kotok Besar, Pulau Air, dan Pulau Karang Beras. Jarak ke setiap pulau kami tempuh dalam waktu 20-30 menit dengan kapal cepat dari Pulau Tidung.

Di setiap pulau, kami hanya bisa sampai di dermaga atau sedikit masuk di pantai. Penjaga pulau melarang pengunjung selain pemilik pulau untuk masuk ke dalam, terutama saat pemilik pulau berada di situ.

Pulau-pulau itu tampak sepi. Tak ada aktivitas apa pun, selain kegiatan penjaga pulau. Di Pulau Kotok Kecil, kami hanya bisa duduk-duduk di dermaga. Helmi (24), penjaga pulau, menuturkan, pulau itu milik seorang pengusaha di Jakarta.

Dari dermaga tampak bangunan rumah bergaya tropis berbahan kayu, lengkap dengan bangku kayu berukuran besar. Pepohonan rimbun. Tampak tandon-tandon air dan pipa yang mengalirkan air ke arah rumah. Dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang aktivitas dan kelengkapan di pulau itu, kami meninggalkan Pulau Kotok Kecil.

Di Pulau Air, Junaedi, penjaga pulau, mengizinkan kami berjalan-jalan berkeliling pulau. Ada sejumlah vila tempat istirahat pemiliknya, yang juga pengusaha dari Jakarta. Di pulau ini, pemiliknya masih memperbolehkan warga atau pengunjung untuk berenang, berkemah, atau snorkeling di pantai sekitar pulau.

Seperti yang tampak pada Minggu (15/3/2015) siang, serombongan warga dari Pulau Panggang tampak berpiknik di pantai. Anak-anak kecil berenang, beberapa ibu membakar ikan, dan para bapak berbincang.

Sebuah gardu besar di satu sisi Pulau Air menyuplai listrik. Seperti di Pulau Kotok Kecil, kebutuhan air bersih didatangkan dari pulau terdekat yang berpenghuni.

Di Pulau Karang Beras, kami bisa masuk dan melihat-lihat sisi pulau yang digunakan beraktivitas pemiliknya. Tupon (38), penjaga pulau, menuturkan, saat pemilik pulau datang, pengunjung tidak diizinkan masuk.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Hunian Hotel Berbintang Naik 5,33 Persen pada Tahun 2022

Tingkat Hunian Hotel Berbintang Naik 5,33 Persen pada Tahun 2022

Travel Update
Padang Bela Bukit Aransina yang Instagramable di Pedalaman Flores Timur NTT

Padang Bela Bukit Aransina yang Instagramable di Pedalaman Flores Timur NTT

Jalan Jalan
EES, Sistem Pengganti Cap Paspor Saat Masuk Negara Schengen

EES, Sistem Pengganti Cap Paspor Saat Masuk Negara Schengen

Travel Update
5 Destinasi Wisata di Prefektur Kanagawa, Mampir ke Museum Doraemon

5 Destinasi Wisata di Prefektur Kanagawa, Mampir ke Museum Doraemon

Jalan Jalan
14 Februari Hari Apa Selain Valentine? Ada Peristiwa Penting di Indonesia

14 Februari Hari Apa Selain Valentine? Ada Peristiwa Penting di Indonesia

Jalan Jalan
Keterisian Kamar Hotel Tahun 2023 Diharapkan Bisa Capai 100 Persen

Keterisian Kamar Hotel Tahun 2023 Diharapkan Bisa Capai 100 Persen

Travel Update
4 Tempat Wisata Unggulan di Prefektur Gifu, Belajar Bikin Katana

4 Tempat Wisata Unggulan di Prefektur Gifu, Belajar Bikin Katana

Jalan Jalan
Hari Valentine, DAMRI Beri Diskon 14 Persen untuk Semua Rute

Hari Valentine, DAMRI Beri Diskon 14 Persen untuk Semua Rute

Travel Promo
Libur Nataru 2022 Disebut Puncak Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Libur Nataru 2022 Disebut Puncak Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Travel Update
Sandiaga Sebut Harga Paket Wisata Candi Borobudur Mulai Rp 100.000

Sandiaga Sebut Harga Paket Wisata Candi Borobudur Mulai Rp 100.000

Travel Update
Sejarah Hari Valentine, Ada Kisah Tragis yang Penuh Cinta 

Sejarah Hari Valentine, Ada Kisah Tragis yang Penuh Cinta 

Jalan Jalan
Menparekraf Yakin Hotel dan Restoran Makin Laku Meski Jelang Tahun Politik

Menparekraf Yakin Hotel dan Restoran Makin Laku Meski Jelang Tahun Politik

Travel Update
Kebun Raya Purwodadi Kini Punya Kelas Berkebun buat Siswa Sekolah

Kebun Raya Purwodadi Kini Punya Kelas Berkebun buat Siswa Sekolah

Jalan Jalan
39 Event Wisata Bakal Digelar di Bangka Barat Sepanjang 2023

39 Event Wisata Bakal Digelar di Bangka Barat Sepanjang 2023

Travel Update
2 Hari Beroperasi, Kereta Panoramic Terisi Penuh Angkut 163 Penumpang

2 Hari Beroperasi, Kereta Panoramic Terisi Penuh Angkut 163 Penumpang

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+