Kompas.com - 30/03/2015, 13:37 WIB
Perjalanan menuju dasar kaldera Gunung Tambora melalui jalur Doro nCanga di Dompu, NTB, 24 Agustus 2014. KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATPerjalanan menuju dasar kaldera Gunung Tambora melalui jalur Doro nCanga di Dompu, NTB, 24 Agustus 2014.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com - Acara memperingati peristiwa meletusnya Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) bertajuk "Tambora Menyapa Dunia" diperkirakan akan dihadiri sekitar 15.000 wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Namun, di balik banyaknya wisatawan yang akan datang, penyelenggara yaitu Pemerintah Provinsi NTB menghadapi kendala akomodasi dan transportasi.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Muhammad Fauzal mengakui di Pulau Sumbawa, terutama di sekitaran Gunung Tambora yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, belum ada hotel berbintang. Kondisi yang sama juga mengalami kendala untuk transportasi dan akses masuk ke Pulau Sumbawa.

"Ke Pulau Sumbawa bisa naik Wings dan Garuda, hanya sekitar 120 seat per hari," katanya kepada KompasTravel saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Alternatif lain untuk masuk ke Pulau Sumbawa adalah dengan menyeberang dari Pelabuhan Kayangan di Pulau Lombok ke Pelabuhan Pototano di Pulau Sumbawa. Fauzal menuturkan kapal feri tersedia selama 24 jam dengan lama tempuh sekitar 2 jam.

"Kalau naik kendaraan darat dari Mataram sampai kaki Gunung Tambora mungkin sekitar sepuluh jam. Kalau pesawat dari BIL (Bandara Internasional Lombok) ke Bima dulu. Atau, bisa dari Denpasar, transit di Lombok," kata Fauzal.

Sementara itu, lanjutnya, perjalanan dari Bima ke Dompu ditempuh sekitar empat jam. Untuk jalur laut, dari Pelabuhan Pototano tersedia bus sampai Kabupaten Dompu.

"Nanti saat acara, kami siapkan armada bus antar kota, ada 500 bus yang siap," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, untuk akomodasi, Fauzal menjelaskan dengan target 15.000 wisatawan, ada sekitar 1.000 sampai 1.500 rumah penduduk yang akan dikondisikan sebagai homestay. Sebagian besar wisatawan yang pendaki tentunya akan memilih menginap secara berkemah.

Untuk jalur pendakian di Gunung Tambora, terdapat tiga jalur yang tersedia. Fauzal menuturkan untuk jalur pendakian yang umum tengah dilakukan penyempurnaan jalur seperti pemasangan rambu-rambu.

Baca tentang


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X