Setiap Rabu, "One Day No Rice" di Kolaka Utara - Kompas.com

Setiap Rabu, "One Day No Rice" di Kolaka Utara

Kompas.com - 01/04/2015, 09:27 WIB
KOMPAS.COM/SUPARMAN SULTAN Salah satu jenis makanan umbi-umbian yang disajikan di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara sebagai wisata kuliner. Yang menarik adalah 'One Day No Rice' atau satu hari tanpa nasi. Anda bisa menikmati seharian berbagai menu masakan tanpa bahan dasar beras.
KOLAKA UTARA, KOMPAS.com - Ada yang unik dan menarik di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Daerah pemekaran dari kota induk, yaitu Kolaka ini tengah mengembangkan wisatanya. Termasuk wisata kuliner. Yang menarik adalah “One Day No Rice” atau satu hari tanpa nasi. Anda bisa menikmati seharian berbagai menu masakan tanpa bahan dasar beras. Tepatnya setiap hari Rabu.

Bupati Kolaka Utara Rusda Mahmud menjelaskan bahwa hal ini telah diterapkan sejak tahun 2012 dan bertujuan untuk menghemat konsumsi beras di tengah masyarakat. Bahkan “One Day No Rice” ini juga bertujuan untuk memopulerkan makanan tradisional. Menariknya menu-menu tersebut bisa dinikmati secara gratis jika kita berkunjung ke arena dayung Kolaka Utara.

Jadi untuk para penikmat kuliner tiap hari Rabu itu bisa memanjakan lidah lewat hidangan bahan dasar seperti jagung, ubi, sagu dan aneka buah-buahan. Ternyata selain untuk mempopulerkan makanan tradisional, wisata kuliner itu juga dijadikan ajang silaturahmi antara pemda dan masyarakat umum. “Ajang silaturahmi, tidak ada status sosial dalam acara kuliner tersebut,” kata Rusda Mahmud.

Dia menambahkan kebiasaan mengonsumsi makanan selain beras tetap memiliki kandungan gizi yang setara. Jadi selain mengajarkan kepada masyarakat untuk pola sehat, "One Day No Rice" ini juga bertujuan menarik minat wisata di Kolaka Utara. "Seandainya satu hari saja tidak makan beras, berapa banyak yang bisa dihemat oleh masyarakat Kolaka Utara,” katanya.

Untuk memberi daya tarik kepada pengunjung, seluruh menu olahan itu dibuat sekreatif mungkin. Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Kolaka Utara, Sri Rejeki mengungkapkan yang terlibat dalam pembuatan kuliner tersebut adalah kaum hawa. “Jadi tangan-tangan kreatif kaum hawa yang kerja itu jadi ada kekhasan tersendiri,” tutupnya.


EditorI Made Asdhiana

Close Ads X