Kompas.com - 03/04/2015, 09:23 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
MENJELAJAHI potensi alam di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta serasa tak ada habisnya. Demi menemukan potongan oase tersembunyi, menempuh jalanan tak beraspal di tengah pedesaan pun menjadi perjuangan yang bisa dinikmati. Seperti ketika menempuh perjalanan di terik siang, dengan iming-iming bermain air di sebuah air terjun kecil tersembunyi bernama Curug Lepo.

Curug yang terletak di Dusun Pokoh 1, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul ini tidak terlalu mudah ditemukan. Alasannya adalah minimnya petunjuk jalan menuju salah satu potensi wisata air ini.

Dari pusat kota Yogyakarta, diperlukan waktu tempuh 1,5 jam menuju lokasi ini. Arahkan kendaraan Anda ke kantor Kecamatan Dlingo, dari lokasi tersebut Anda bisa menuju ke lokasi di Dusun Pokoh 1. Sekali lagi, bertanya kepada penduduk setempat adalah jurus terjitu menuju lokasi. Jangan malu bertanya, warga lokal pasti tak segan untuk membantu Anda.

Sesampainya di lokasi, jika Anda membawa kendaraan, silakan parkirkan di halaman warga setempat yang sudah disediakan. Setelahnya, Anda harus berjalan sekitar 200 meter di jalan setapak menuju lokasi curug.

Dari jalan setapak berupa batuan yang tertata rapi berkat swadaya warga setempat, Anda sudah bisa mendengar gemericik air dari kejauhan. Berikutnya, silakan manjakan mata Anda dengan keindahan alami curug bertingkat tiga ini.

Beruntungnya, curug ini sudah dikelola warga dengan cukup baik dengan penataan batu-batu di sekitar air terjun yang memudahkan pengunjung untuk turun dari satu tingkat ke tingkat di bawahnya.

Curug tingkat pertama memiliki ketinggian air terjun sedang, dengan kolam yang memiliki kedalaman sekitar setengah meter. Pengunjung dapat duduk di sekitar kolam sambil merendam kaki atau berpose di air terjun kecil yang ada.

Warga sekitar menyebut kolam di bawah air terjun ini dengan sebutan kedung. Di tingkat pertama, kedung ini cukup aman untuk kolam bermain anak-anak.

Curug tingkat kedua memiliki sisi yang lebih curam dan licin. Untuk mencapainya pengunjung harus berhati-hati melewati jalanan batu yang curam di sisi curug. Kedalaman air di kedung kedua cukup dangkal, yaitu selutut orang dewasa.

Di curug terbawah, adalah tempat yang tepat untuk berenang. Karena meskipun air terjunnya berukuran lebih pendek dari yang lain, namun kedung terbawah memiliki kedalaman sekitar 2 meter.  

Jangan kaget jika banyak anak-anak yang bertempat tinggal di sekitar Curug Lepo hilir mudik berenang di kolam paling bawah. Tak jarang, mereka melompat dari atas air terjun ke kedung tersebut.

Berenang bersama mereka adalah bonus tak terduga, terutama saat akhir pekan di siang hari, anak-anak kampung setempat memilih bermain air di curug ini. Kadang mereka mengajak pengunjung berpose bersama tepat di bawah air terjun dengan gaya khas anak-anak.

Usai berenang, pengunjung bisa membilas tubuh dan berganti pakaian di fasilitas kamar mandi yang tersedia di area curug.

Saat ini, Curug Lepo masih menjadi wisata alternatif karena belum ada pengelolaan profesional dari pihak terkait sebagai potensi wisata utama. Tetapi, itu tak mengubah kenyataan bahwa Curug Lepo adalah oase tersembunyi yang harus Anda kunjungi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

Travel Tips
Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

Travel Update
Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Jalan Jalan
9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

Jalan Jalan
Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary
Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Lumajang, Cuma Bisa Naik Kendaraan Pribadi

Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Lumajang, Cuma Bisa Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Penumpang Wajib Pakai Masker di Stasiun dan Saat Naik Kereta Api

Penumpang Wajib Pakai Masker di Stasiun dan Saat Naik Kereta Api

Travel Update
Terminal 2 Bandara Changi Singapura Dibuka Lagi Mulai 29 Mei

Terminal 2 Bandara Changi Singapura Dibuka Lagi Mulai 29 Mei

Travel Update
Wisatawan di Ancol Tetap Diimbau untuk Pakai Masker

Wisatawan di Ancol Tetap Diimbau untuk Pakai Masker

Travel Update
Simak, Ini Daftar 21 KaTa Kreatif 2022 Pilihan Kemenparekraf Beserta Keunggulannya

Simak, Ini Daftar 21 KaTa Kreatif 2022 Pilihan Kemenparekraf Beserta Keunggulannya

Jalan Jalan
Menjelajahi Museum di Tengah Kebun, Lihat Koleksi Kuno Ratusan Tahun

Menjelajahi Museum di Tengah Kebun, Lihat Koleksi Kuno Ratusan Tahun

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.