Kompas.com - 09/04/2015, 14:06 WIB
Lanskap kaldera Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/3/2015). Kaldera Gunung Tambora memiliki diameter 7 km dan kedalaman 1 km. Kaldera terbentuk akibat letusan dahsyat pada tahun 1815. KRISTIANTO PURNOMOLanskap kaldera Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/3/2015). Kaldera Gunung Tambora memiliki diameter 7 km dan kedalaman 1 km. Kaldera terbentuk akibat letusan dahsyat pada tahun 1815.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com – Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendaki gunung. Kaldera yang berdiameter 7 kilometer menjadi salah satu magnet yang menarik para pendaki. Sejarah kelam letusan gunung 200 tahun silam menjadi alasan untuk mencoba menapaki sang ancala.

Tim "Ekspedisi Alam Liar" dari Kompas.com sempat mencoba mendaki gunung dengan ketinggian 2.751 melewati rute pendakian Doro Ncanga. Perjalanan dilakukan dari tanggal 18-25 Maret 2015.

Tim sebelumnya menginap di Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Jika Anda ingin mendaki Gunung Tambora, simaklah kiat berikut agar pendakian terasa nyaman dan menyenangkan.

Persiapkan fisik

Seperti saat mendaki gunung-gunung yang lain, persiapan fisik adalah hal yang mutlak dibutuhkan sebelum mendaki. Walaupun pendakian dengan berjalan kaki hanya dilakukan dari Pos 3 ke bibir kaldera dan Puncak Doro Ncanga, fisik pendaki akan diuji. Pendakian menuju bibir kaldera akan melewati bukit-bukit berjajar dengan paparan sinar matahari langsung ke kepala.

Pendakian Tambora melewati Doro Ncanga dari Pos 1 menuju Pos 3 dapat ditempuh menggunakan mobil jeep. Namun jarak tempuh sekitar 15 kilometer di atas mobil akan terasa panas dan tentunya akan menguras tenaga. Perjalanan menggunakan mobil jeep ditempuh selama hampir 5 jam. Perjalanan dengan mobil jeep akan dimulai pagi hari dan tiba sore hari. Fisik pendaki lagi-lagi akan diuji.

Logistik pendakian

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mendaki gunung membutuhkan kalori yang lebih banyak dibandingkan kegiatan sehari-hari. Persiapan logistik pendakian dapat dipersiapkan sejak dari Bima maupun Sumbawa. Jika menggunakan penerbangan langsung menuju Sumbawa, Anda dapat membeli makanan dan minuman di Pasar Seketeng yang terletak di dekat Bandara Sultan Moh. Khairuddin. Namun jika Anda ingin membeli di dekat Doro Ncanga, di Desa Doropeti banyak masyarakat yang membuka warung kelontong yang menyediakan makanan dan minuman.

Kebutuhan air juga adalah satu hal yang penting dalam pendakian. Di jalur pendakian Doro Ncanga, tidak ada sumber air yang mengalir yang dapat dimanfaatkan pendaki. Hanya ada satu genangan air di titik 500 meter sebelum tiba di bibir kaldera. Air tersebut merupakan air hujan yang tertampung di satu kolah kecil di celah bukit. Untuk pendakian selama tiga hari dua malam dengan cuaca yang panas, bawalah persediaan air bersih untuk memasak, minum, dan keperluan lain minimal 6 liter per orang.

Panas Terik

Rute pendakian lewat Doro Ncanga berbeda dengan jalur Desa Pancasila. Jalur Pancasila didominasi dengan hutan tropis yang dapat menghalangi panas matahari yang terik. Pendaki yang melewati jalur Doro Ncanga akan melewati padang sabana hampir sejauh 15 kilometer. Paparan sinar matahari akan melumuri tubuh ketika melewati medan pendakian. Pendaki yang ingin melewati jalur ini, sebaiknya menggunakan kaus berbahan quick dry (cepat kering) dengan lengan panjang untuk melindungi tangan dari sinar matahari.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.