Kompas.com - 11/04/2015, 18:23 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April 2015 menjadi peristiwa sejarah dunia yang dapat mengingatkan kembali masyarakat internasional terhadap peran penting KAA bagi negara-negara Asia dan Afrika yang mengikatkan diri dalam kerja sama ekonomi dan kebudayaan serta melawan segala bentuk imperialisme, kolonialisme dan neokolonialisme.

Penyelenggaraan KAA yang berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia pada 18-24 April 1955 yang menghasilkan ‘Dasasila Bandung’ atau  Bandung Declaration tersebut  telah menjadi catatan sejarah yang mengharumkan nama Indonesia serta memberi kenangan bagi Kota Bandung sebagai tempat penyelenggara KAA.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers Puskompublik Kementerian Pariwisata, Jumat (10/4/2015), mengatakan, dua kegiatan utama dalam peringatan 60 tahun KAA 2015  yakni sebagai  core events  antara lain pertemuan tingkat pejabat senior atau senior official meeting (SOM), serta ministerial meeting dan leaders meeting. Pada pertemuan SOM sejumlah kepala negara atau kepala pemerintahan antara lain RRT, Pakistan, Bangladesh, Kamboja, Malaysia serta sekitar 80 utusan dari negara peserta akan menghadiri konferensi ini. Sebelumnya Presiden Joko Widodo akan membuka dan menyampaikan pidato pada pembukaan KAA.

Peringatan Konferensi Asia Afrika bukan hanya menjadi momentum memperkokoh peran Indonesia dalam percaturan politik dunia. “Kami sekaligus mengemas berbagai event untuk promosi pariwisata, keunikan budaya dan ekonomi kreatif agar momen Peringatan KAA 2015 ini makin membumi,” jelas Arief Yahya, yang juga Kabid Side Event Peringatan KAA 2015.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/3/2011). Gedung ini pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955. Sekarang gedung ini dimanfaatkan sebagai museum yang memajang catatan sejarah mengenai KTT Asia-Afrika berupa foto hingga koleksi benda.
Lebih dari 1.000 media, baik dari dalam maupun luar negeri meliput acara yang legendaris bagi sejarah Indonesia itu. Ada 25-an negara yang sudah memastikan untuk mengirimkan delegasi ke Jakarta dan Bandung. Diantaraya Tiongkok, Korsel, Jepang, Thailand, Iran, USA, Afrika Selatan, India, Afganistan, Sri Lanka, Turki, Pakistan, Zimbabwe, Kuba, Italia, Bangladesh, Filipina, Kamboja, Mianmar, Nigeria, Prancis, Lebanon, Jordania dan Palestina. Selain aktivitas MICE (meetings, incentives, converences, exhibitions), momen ini juga sekaligus untuk menghidupkan sektor wisata baik domestik maupun internasional.

Beragam kegiatan ini dirancang agar bisa dirasakan oleh publik. “Dari berbagai side events itu, kami insert-kan historis KAA, ke depan seperti apa, dan apa yang bisa diperankan publik untuk menyambutnya dengan optimisme,” jelas Arief Yahya.

Bagi awam, yang tidak banyak mengerti arti sejarah dan detail KAA, lanjut Arief, mereka harus disentuh dengan aneka kegiatan yang memikat, ringan dan menghibur pada 19-24 April nanti. Seperti mengenang tokoh-tokoh hebat di balik KAA, seperti Ir Soekarno dan Menlu Sunario zaman itu. Cikal bakal konsep politik bebas aktif dan Gerakan Non Blok. Lahirnya Dasasila Bandung yang memasukkan prinsip-prinsip Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru.

Karena itu, menurut Arief Yahya, mulai 19 April 2015 sudah akan ada penampilan Slank “Prosperity and Peace without Drugs" di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Lalu Senior Officer Meeting di Jakarta. Pameran Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST), pameran Indonesia Heritage Exhibition, Pameran Koleksi Dokumentasi KAA semua di JCC, Senayan. Di Bandung sendiri, tanggal 19 itu juga ada Asia Afrika Solidarity Walk. “Silakan saksikan berbagai event itu, hari Minggu 19 April nanti,” kata Arief yang mantan CEO PT Telkom itu.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Sejumlah foto dokumentasi, baik peristiwa maupun potret tokoh, dipamerkan dalam Pameran Foto Membangun Solidaritas Asia Afrika di Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/8/2014). Pameran itu terkait dengan tumbuhnya Gerakan Non Blok.
Senin, 20 April 2015 berlangsung Ministrial Meeting di Jakarta (Kemenlu) dan New Asia Africa Youth Conference (Kemenpora). Selasa, 21 April 2015 ada Asia Africa Business Summit (AABS) bersama Kadin, Working Lunch Small Island Developing States (SIDS) dengan Kemenko Maritim, keduanya di JCC Jakarta. Sedang di Bandung ada Solidarity Day a Tribute to Soekarno and Mandela (Kemendikbud-PB) dan diramaikan pula dengan Mural Festival di Bandung. “Melukis dinding ruang publik oleh seniman mural, dan masyarakat Bandung juga ikut partisipasi melukis di kompleksnya sendiri-sendiri,” jelas Arief Yahya.

Rabu, 22 April digelar Leader Meeting di Jakarta, Asia Africa Meet and Great dan Photography Exhibition Bandung 1955 di Bandung. Kamis, 23 April di JCC ada Parliamentery Conference on the 60’th Commemoration of the Asian African Conference dan Famtrip Social Media Stars di Bandung. “Kami buat acara untuk pegiat media sosial keliling obyek wisata di Bandung dan sekitarnya. Biarkan mereka ikut mempromosikan pariwisata Indonesia,” kata Arief Yahya.

Di antaranya Michael Turtle (Time Travel Turtle-Australia), Juno Kim (Runaway Juno-Korea Selatan), Eunice Khong (Travelfolio-Singapore), Bowo Hartanto (Travel Junkie Indonesia), dan Anton Diaz (Our Awesome Planet-Filipina). Dari 18-26 April, blogger dari negara pasar pariwisata Indonesia itu sudah keliling dan upload foto-foto.

KOMPAS/CORNELIUS HELMY HERLAMBANG Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan penjelasan kepada beberapa menteri tentang bola batu yang akan digrafir sesuai dengan nama 109 negara peserta Konferensi Asia Afrika di depan Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3/2015). Kota Bandung menjadi salah satu tuan rumah peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika, 18-24 April 2015.
“Kami juga mengundang pegiat instagram, untuk photo contest, melalui gambar/foto dengan kategori alam, arsitektur/bangunan, masyarakat, budaya, dengan target peserta 300 instagramers minimal 10 ribu follower, dengan syarat fotonya harus ada stempel Wonderful Indonesia. Gambar dengan like terbanyak akan diekspos,” katanya. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.