Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Merayakan Berkah Tambora

Kompas.com - 12/04/2015, 17:04 WIB

Di luar itu, ada hal lain yang mengganjal hati Sukri. Awalnya, tarian disiapkan untuk durasi 12 menit, tetapi belakangan harus dipangkas menjadi hanya 5 menit karena alasan keterbatasan waktu acara. ”Saya sebenarnya merasa kurang puas karena banyak gerakan tari yang dihilangkan. Tetapi, karena sudah begitu ketentuannya, ya mau bagaimana lagi,” katanya.

Sementara itu, para penari yang tampil diseleksi dari siswa SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Dompu. Mereka menggelar persiapan dan latihan sejak dua bulan lalu. Jumlah 200 penari disesuaikan dengan tema perayaan, yakni peringatan 200 tahun letusan Tambora.

Latihan pun diintensifkan selama seminggu terakhir. Porsi latihan meningkat dari sebelumnya hanya tiga kali seminggu menjadi dua kali sehari. Dua hari sebelum tampil, para penari berkumpul di Doro Ncanga untuk persiapan akhir dan geladi resik.

Mereka pun diinapkan di tenda-tenda yang digelar di padang rumput tak jauh dari lokasi acara. ”Saya senang dan merasa beruntung bisa ikut menari dalam acara ini,” kata Meccy Swara April (17), salah satu penari perempuan. Meccy tampil mewakili Putri Pariwisata Dompu 2014.

Tidur di tenda bersama teman-teman dengan fasilitas seadanya pun dengan senang hati dijalani Meccy. Saat hari penampilan, para penari juga harus bangun pukul tiga dini hari untuk dirias. ”Dinikmati saja, kapan lagi bisa ada acara seperti ini,” kata gadis yang baru pertama kali menari di depan umum itu.

Presiden Joko Widodo yang meresmikan status Gunung Tambora sebagai taman nasional hari Sabtu meminta gunung api tertinggi kedua di Indonesia itu selalu dijaga dan dirawat kelestariannya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, setelah penetapan Taman Nasional Gunung Tambora, selain untuk wisata, pengembangan hutan di kawasan Gunung Tambora juga ditingkatkan.

Misalnya, dalam urusan kehutanan bisa dikembangkan sistem adopsi pohon khas asli atau endemik daerah, seperti pohon kayu asli Duabanga dari spesies Shorea Sp yang tingginya bisa mencapai 40 meter dengan diameter bisa sampai 120 sentimeter.

”Pada umur 10 tahun, diameternya bisa 40 sampai 60 sentimeter. Ini sangat baik untuk tanaman konservasi dan masyarakat mendapat insentif kerja dari hasil menanam dan merawat,” kata Siti Nurbaya seusai Presiden meresmikan Taman Nasional Gunung Tambora.

Sejumlah sarana pendukung di Taman Nasional Gunung Tambora juga akan disiapkan, seperti jungle trekking, stasiun pengamatan burung, sarana wisata panjat tebing, off road, dan paralayang. ”Jadi banyak kegiatan yang harus disiapkan,” tambah Siti Nurbaya. (ENG/SON)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com