Kompas.com - 12/04/2015, 17:35 WIB
Penulis Susi Ivvaty
|
EditorTri Wahono


BIMA, KOMPAS.com
- Fotografer dan penari dari Bali, I Gusti Bagus Dibal, memajang 600-an karya fotonya di pantai Kananga, Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 9-12 April 2015.

Dibal memotret ekspresi senyum 600-an warga Tambora dan memajang hasil jepretannya dalam balutan tema "Tamboran Man: Tambora Tersenyum".

Ia menargetkan 1815 foto Tambora Tersenyum pada tahun ini, dengan mengambil momen meletusnya Gunung Tambora pada April 1815.

"Targetnya ke sana, tapi sekarang baru 600-an foto. Semuanya foto anak-anak Tambora se-Kabupaten Bima, tapi sebagian besar masih di Desa Kananga," kata Dibal saat dijumpai di Labuan Kananga, Sabtu (11/4/2015).

Selain dari Desa Labuan Kananga, objek foto juga berasal dari empat Desa Kawinda Na'e, Desa Rasabou‎, Desa Oipanini, dan Desa Pancasila. Mulanya Dibal membidik senyum anak-anak desa yang polos dan menggugah semangat serta menularkan keceriaan kepada yang melihatnya. Namun, ekspresi remaja dan orang tua pun menarik dan lebih beragam. ‎

"Sebelum memotret senyum warga, saya mulanya memotret lansekap, pemandangan, alam, wisata. Tapi trus saya kepikir, mengapa tidak mengmpulkan ekspresi senyum. Gagasannya adalah Tambora menyapa dengan senyum. Sewaktu Tambora meletus 200 tahun lalu, ‎harapan hidup terus dipompa. Kini saatnya memperlihatkan senyum itu, sama seperti ketika Tambora belum meletus," papar adik kandung seniman Bali, Ayu Laksmi, ini. 

Pameran foto Tambora Tersenyum ini digelar oleh panitia Forum Budaya Dunia (WCF) 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bagian dari rangkaian program Memory of the Earth di Labuan Kenanga Kabupaten Bima dan Pulau Satonda Kabupaten Dompu. ‎

Selain pameran foto, kegiatan lain di antaranya dialog refleksi, pemutaran film, dan pertunjukan seni. Gagasan dari dialog refleksi akan didengungkan kepada dunia melalui WCF 2016 di Bali.

Ada kejadian lucu setelah foto-foto ekspresi senyum itu dipajang di satu titik lokasi di pantai Kananga. Keesokan hari, puluhan foto anak-anak itu hilang. "Ada yang bilang, fotonya diambil oleh anak-anak itu sendiri yang jadi objek pemotretan," kata Yati, panitia pameran.

Sejumlah anak sekolah dasar itu ditanya gurunya, dan akhirnya mengaku telah mengambil foto-foto itu.‎

"Mereka seneng melihat tawanya sendiri di foto itu. Tujuan kami memang memberikan motivasi dan harapan pada masyarakat. Senyumlah yang lebar, berbahagialah," kata Dibal, yang berencana akan memberikan salinan foto-fotonya kepada anak-anak dan semua warga yang ekspresinya ia abadikan.(Susi Ivvaty)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

Travel Tips
Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

Jalan Jalan
Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

Travel Update
Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

Travel Promo
Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Travel Tips
HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

Travel Update
Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

Travel Tips
Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

Travel Update
Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

Jalan Jalan
Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Jadi Lokasi Wahana Kereta Zombie, LRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

Travel Update
Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Sensasi Train to Apocalypse Jakarta, Kabur dari Zombie di Stasiun LRT

Jalan Jalan
Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Pop Art Jakarta 2022 di Senayan Park Dibuka Gratis untuk Umum

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.