Kompas.com - 13/04/2015, 12:53 WIB
Sate Rembiga di Lombok. KOMPAS/RIZA FATHONISate Rembiga di Lombok.
EditorI Made Asdhiana
NUSA Tenggara Barat dikenal sebagai ”Bumi Sejuta Sapi”. Daging sapi NTB rasanya lebih manis daripada sapi yang lain. Mari kita jajal sate di Warung Sate Rembiga di Jalan Rembiga di Mataram, Lombok, milik Hajah Sinasih.

Mengapa rasa daging sapi NTB begitu khas? ”Sapi ini dilepasliarkan di padang rumput. Sapi-sapi itu tidak dikandangkan atau diberi pakan dari pabrik, tetapi mereka merumput sendiri di padang sabana,” kata Budi Septiani, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, mempromosikan ternak sapi di daerahnya.

Kami mencicipi manisnya sapi NTB di warung Hj Sinasih. Warung itu berada sekitar 30 meter dari pintu masuk ke Jalan Wahidin. Di sana kami menikmati sate rembiga dan semangkuk sop bebalung yang juga terbuat dari balung atau tulang-belulang sapi NTB.

Sebuah pondok dengan tempat perapian sate menyambut di bagian depan warung. Tiga perempuan dan seorang laki-laki membakar sate dan mengayun-ayunkan kipas. Sementara tempat makan berupa warung-warung kecil lesehan yang berderet memanjang di jalan masuk menuju pelataran rumah yang disulap menjadi tempat makan. Meja dan kursi ditata selayaknya warung di pelataran rumah itu.

”Saya memang kerja sama dengan pemilik rumah itu. Bagian depan rumahnya saya pakai untuk tempat makan pembeli. Kalau Sabtu-Minggu pembeli banyak dan mereka sampai kehabisan tempat duduk,” kata Sinasih (44).

Ada 20 pegawai warung yang siang itu melayani pengunjung. Warung sate buka mulai pukul 14.00 hingga pukul 21.30. ”Setiap hari selalu ada pembeli di sini. Hari Sabtu-Minggu yang paling ramai,” ujar Dedi (25), salah satu pegawai di warung Sinasih.

KOMPAS/RIZA FATHONI Sate rembiga khas Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Setiap hari paling tidak 9.000 tusuk sate laku dijual di warung tersebut. Seporsi sate rembiga berisi 10 tusuk dihargai Rp 20.000. Meskipun ada juga pepes ikan tenggiri, sate ati ampela, dan sate urut, yakni sate daging sapi berbalut kelapa, pembeli paling banyak membeli sate rembiga. ”Di sini memang yang paling digemari sate rembiga. Sop bebalung dan masakan lain masih kalah,” tutur Sinasih, ibu empat anak ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keutamaan bumbu

Untuk mendapatkan rasa sapi terbaik, Sinasih memilih daging segar. Dalam sehari, ia memerlukan 70-80 kilogram daging. Daging diolah dengan cara ditumbuk supaya tidak keras saat ditusuk dan empuk dinikmati. Setelah itu daging direndam selama dua jam di dalam bumbu yang diracik dari cabai merah kering, terasi, bawang putih, dan gula merah. Sinasih sendiri yang meracik bumbu satenya.

Bumbu rendaman itu penting karena memberikan rasa yang utama pada daging. Saat dihidangkan, sate rembiga sudah tidak dilengkapi dengan bumbu apa pun. Rasanya pedas dan manis di lidah. Tekstur dagingnya empuk dan ketiadaan bumbu tambahan di piring ternyata tidak menjadi kekurangan. Rasa daging sudah kuat tanpa bumbu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.