Kompas.com - 13/04/2015, 12:53 WIB
Sop Bebalung di Lombok. KOMPAS/RIZA FATHONISop Bebalung di Lombok.
EditorI Made Asdhiana

Sop bebalung menggenapi kenikmatan kuliner di NTB. Rasakan sensasinya ketika menyedot isi sumsum sapi, sruuupp... sruuuppp.... Lemak pada kuah daging terkalahkan oleh bumbunya yang khas dan segar karena ada tambahan asam dan lengkuas. Merica atau lada tidak terlalu mencolok rasanya dalam racikan bumbu sop bebalung. Bonusnya lagi, banyak daging di dalam sop, bukan hanya balung.

Sate rembiga disajikan bersama lontong bulayak, yakni lontong dengan bungkus daun aren memutar ke atas sehingga di bagian ujung hampir lancip menyerupai kerucut. Sate rembiga biasanya dinikmati bersama lontong bulayak itu. Namun, untuk pesanan tertentu, warung Hj Sinasih juga menyediakan nasi bagi pembelinya.

Sinasih mempelajari resep sate rembiga dari Hj Nafisah, kira-kira 25 tahun atau 30 tahun lalu. Saat itu ia masih muda dan baru belajar bekerja pada orang lain. ”Dari Hj Nafisah itulah saya belajar membikin sate rembiga. Dia ketika itu punya warung sate besar,” ujarnya.

Setelah lima tahun bekerja pada Nafisah, Sinasih mencoba membuka warung sate sendiri. Tidak dinyana, warung satenya disambut antusias. Banyak pembeli datang ke warungnya yang berada di Jalan Rembiga Nomor 4, Mataram. Di lingkungan tersebut pun sebenarnya banyak orang yang berjualan sate sapi rembiga, tetapi sate Sinasih disebut-sebut punya cita rasa sendiri di lidah pembeli.

Ia mulai sering diajak pameran kuliner oleh pemerintah daerah setempat. Untuk mengembangkan bisnisnya, Sinasih mulai mencari bantuan kredit dari bank dan dukungan dari swasta. Warungnya kian banyak menerima pesanan. Tidak hanya untuk dimakan di Lombok, tetapi juga ada yang minta dikirim ke Jakarta.

”Sate ini bisa tahan lama, sampai tiga hari. Ada juga pembeli yang minta dikirim ke Jakarta melalui paket. Ada pelanggan saya dari bank yang pesan 100-200 tusuk sate untuk rapat di Jakarta,” ungkap Sinasih yang menghidupi empat anaknya sendirian sejak suaminya berpulang enam tahun lalu itu.

Dari seporsi sate rembiga milik Hj Sinasih di Lombok, kami membawa kenangan tentang rasa pedas manis sapi NTB, berikut keuletan seorang manusia. (REK/ENG/IKA/RZF)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.