Kompas.com - 15/04/2015, 11:53 WIB
EditorI Made Asdhiana

Yuhasmin akhirnya memanfaatkan kendaraannya untuk kepentingan komersial. Ia menyewakan mobil kesayangannya tersebut kepada pemburu lain atau wisatawan yang ingin pergi melihat cantiknya puncak Tambora. Mereka ingin merasakan sendiri indahnya pemandangan dan savana Tambora.

Hardtop bisa dipakai untuk mengantar sampai Pos III Tambora, titik tertinggi yang hanya bisa ditempuh oleh kendaraan off-road. Baru setelah itu wisatawan melanjutkan jelajah dengan berjalan kaki ke kawah gunung tersebut. Dalam satu bulan, Yuhasmin biasa mendapatkan 2-3 pelanggan.

Tarif yang dibanderol oleh Yuhasmin Rp 3,5 juta per hari. Jumlah itu sudah termasuk jasa sopir yang berpengalaman menangani medan Tambora dan biaya bahan bakar.

”Penghasilan dari menyewakan hardtop itu dipakai untuk sekadar membantu menutupi biaya perawatan mobil,” katanya.

Sementara itu, menurut Suratman (35), pemilik hardtop tahun 1977, jip tua itu juga menjadi andalan warga desa di pelosok Dompu untuk mengangkut hasil pertanian berupa jagung, padi, atau kacang-kacangan. ”Satu mobil bisa mengangkut muatan hingga dua ton,” katanya.

Hardtop biasanya disewa petani atau pembeli hasil panen di kawasan pegunungan atau berbukit-bukit yang sulit diakses kendaraan beroda empat lainnya. ”Biasanya pada musim hujan yang jalurnya susah dilewati truk sekalipun, hardtop bisa tembus,” ujar Suratman.

Meskipun belum ada wadah berupa komunitas, para pemilik dan penggemar hardtop di Dompu kerap bertemu dalam berbagai kesempatan.

Salah satunya di Taho Mena, bengkel mobil yang biasa menangani perawatan dan perbaikan hardtop yang terletak di Jalan Syekh Muhammad, pusat kota Dompu. ”Kalau bertemu sesama pemilik hardtop di bengkel itu biasanya membicarakan suku cadang mobil atau modifikasi,” kata Amiruddin.

Sesekali juga, beberapa pemilik hardtop menggelar safari bersama ke Tambora atau daerah-daerah lain di Pulau Sumbawa. Tertarik menjelajah cantiknya Tambora, tak ada salahnya untuk berani mencoba hardtop ’pelahap’ jalur Sumbawa untuk menikmati eksotika Nusantara di Nusa Tenggara Barat. (MOHAMAD FINAL DAENG)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Jalan Jalan
Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.