Kompas.com - 17/04/2015, 09:16 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

GILIMANUK, KOMPAS.com - “Kami menyebutnya bumbu Bali," ujar Putu, salah satu karyawan Ayam Betutu Khas Gilimanuk. Rasanya selain pedas, kuahnya memang sangat kaya akan rempah. Hampir disetiap lahapan rasa rempahnya tetap tajam.

Apalagi ayamnya memang harus direbus dan direndam lama agar bumbunya meresap. Hingga daging ayamnya terasa lembut dengan rasa rempah bumbu sangat khas terasa di lidah. Daging ayam bersama nasinya dimakan sambil menyeruput kuahnya. Bisa dibilang, rasanya terasa ‘sangat Bali’.  

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Ciri ayam betutu khas Gilimanuk adalah ikon gambar mirip Gareng.

Di kawasan asal makanan ini yaitu di Gilimanuk, Ayam Betutu adalah makanan biasa yang mudah dijumpai di banyak tempat seperti pinggir jalan, pasar, termasuk rumah penduduk. Di Denpasar, Ayam Betutu Khas Gilimanuk yang direkomendasikan adalah di jalan Merdeka di kawasan Renon.

Ciri yang mudah dikenali restoran ini adalah lambang atau ikon Ayam Betutu berupa wajah seorang seniman dengan dandanan ala Gareng, salah satu peran dalam ketoprak atau teater tradisional. 

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Daun gonde asal Tabanan, Bali.

Salah satu yang unik juga, Ayam Betutu ini disajikan dengan daun gonde. Daun ini direbus dan dicampur dengan sambal terasi. “Masaknya harus pas digodok setengah matang," kata Putu. Daun gonde adalah daun yang berasal dari Tabanan, Bali.

Menrut Putu, daun gonde ini diambilnya langsung dari Tabanan. Di sana banyak yang menanam. Bila kehabisan, kadang sajian daun Gonde diganti dengan sayuran kangkung. “Kalau pas habis baru ganti dengan kangkung tapi gonde ini yang paling pas," kata Putu kepada KompasTravel. 

Rasanya sedikit pahit. Kalau dimakan sendiri terasa keset di tenggorokan. Dimakan bersama nasi dan Ayam Betutu membuat rasanya lebih segar. Cita rasanya lumayan kuat hingga rasa kesetnya tidak hilang bersama rasa bumbu ayamnya.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Sambal matah khas Bali.

Tak ketinggalan sambal matah khas Bali. Campuran potongan cabai, irisan bawang merah, serai, dan minyak kletik. Daun gonde ini justru lebih segar kalau dimakan tanpa Ayam Betutu. Cukup dengan nasi dan sambal matah. Wah, hanya di Bali bisa menemukan rebusan daun gonde seperti ini.

Tak ke Bali rasanya kalau tak mencicipi Ayam Betutu. Lebih beruntung lagi makannya dengan daun gonde. Dijamin, pas pulang bakal langsung kangen lagi liburan ke Bali.    

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.