Kompas.com - 17/04/2015, 10:42 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Pulau Sempu memiliki laguna jernih nan cantik dan pasir putih yang siap menyihir pandangan mata para wisatawan. Pulau yang terletak di Desa Tambak Rejo Desa, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang tersebut semakin banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Keindahan yang menjadi magnet para wisatawan berubah menjadi bencana kerusakan alam.

"Status wilayah Pulau Sempu merupakan wilayah cagar alam. Pulau Sempu bukan untuk tempat wisata. Hanya untuk kegiatan penelitian akan diberikan izin masuk," kata Setiadi, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Pulau Sempu saat dihubungi KompasTravel lewat telepon, Kamis (16/4/2015).

Namun, keadaan menjadi dilema ketika berbenturan dengan kepentingan masyarakat. Setiadi menceritakan bahwa pariwisata Pulau Sempu telah menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir. Salah satu cara adalah dengan mengantarkan wisatawan untuk menyeberang dari Sendang Biru menuju Pulau Sempu sebelum memulai perjalanan menuju Segara Anakan.

"Tahun lalu, sekitar 2.000 orang datang ke kantor untuk meminta izin masuk kawasan Sempu. Kalau pada akhir pekan, mencapai 200 orang. Rata-rata cuma ingin berwisata. Kami serba salah karena mereka datang dari jauh. Sempu mulai terkenal mulai tahun 2009," katanya.

Dengan kunjungan para wisatawan tersebut, sebab dan akibat pun turut dipaparkan. "Banyak yang datang para mahasiswa. Mereka dapat referensi dari blog-blog cerita perjalanan tentang Sempu. Namun mereka lupa mengunjungi website BKSDA. Akibatnya, jalur setapak di hutan semakin lebar. Sampah pun berserakan dan juga perilaku fauna berubah," paparnya.

Berbincang lewat Facebook, pada tahun 2013, Zahratun Nisa, wisatawan asal Depok mengatakan saat berkunjung ke sana sudah ada sampah-sampah bungkus plastik. Di pasirnya terdapat bekas arang sisa pembakaran kayu. Ia mengaku ketika berkunjung ke sana juga menemui orang-orang yang kurang dengan kesadaran akan kebersihan.

Rizli Firdaus, wisatawan asal Malang mengungkapkan pernah berwisata ke Pulau Sempu sebelum banyak dibicarakan oleh pelaku pariwisata. Namun, ia beralasan masuk ke Sempu ketika belum mengetahui status kawasan. "Sekarang saya sudah gak mau ke sana mas. Teman pun saya tidak saya rekomendasikan untuk masuk ke sana," kata Rizli kepada KompasTravel, Kamis (16/4/2015).

Bersama para masyarakat, BKSDA Jawa Timur berusaha mengajak melestarikan kawasan. Upaya-upaya pembersihan rutin dilakukan setiap hari Senin. Setiadi sebagai kepala berusaha menjaga kemungkinan terburuk karena kesulitan menghadang masuknya wisatawan ke area Sempu.

KOMPAS.com/Wahyu Adityo Prodjo Wisatawan berada di Pelabuhan Sendang Biru, Malang Selatan untuk bersiap menyeberang.

Kawasan Cagar Alam

Dalam Pasal 24 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan juga menyatakan bahwa Pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan pada semua kawasan hutan kecuali pada hutan cagar alam serta zona inti dan zona rimba pada taman nasional.

Dikutip dari Website Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Kawasan hutan Pulau Sempu ditunjuk sebagai Cagar Alam berdasarkan Besluit van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch Indie No : 69 dan No.46 tanggal 15 Maret 1928 tentang Aanwijzing van het natourmonument Poelau Sempoe dengan luas 877 ha.

Sedangkan penggunaan Pulau Sempu hanya terbatas untuk kegiatan penelitian, pengembangan, ilmu pengetahuan dan pendidikan. Untuk para pengunjung diharuskan permohonan surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi).

Bahkan jika ingin memasuki kawasan cagar alam harus melalui prosedur yang berlapis. " Para peneliti, tempat izinnya harus dari BKSDA yang ada di Jember, Surabaya, Probolinggo. Jadi gak sembarangan," katanya.

Potensi Kawasan

Jenis satwa liar yang terdapat di kawasan Cagar Alam Pulau Sempu yaitu lutung jawa (Tracypithecus auratus), kera hitam (Presbitis cristata pyrrha), kera abu-abu (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus sp), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), raja udang (Alcedo athis), ikan belodok (Periopthalmus sp), kepiting (Ocypoda stimsoni), dan kelomang (Dardanus arropsor), kupu-kupu (Sastragala sp) dan semut (Hymenoptera).

Sementara juga terdapat beberapa tipe ekosistem, mulai dari hutan pantai, mangrove, dan hutan tropis dataran rendah yang hampir mendominasi keseluruhan area pulau. Vegetasi yang dapat ditemui seperti (Artocarpus elasticus), triwulan (Terminalia), wadang (Pterocarpus javanicus), dan Buchanania arborescens, Baringtonia raceunosa, nyamplung (Calophylum inophylum), ketapang (Terminalia catappa), waru laut (Hibiscus tiliaceus) dan pandan (Pandanus tectorius).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Jalan Jalan
Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Travel Update
Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Jalan Jalan
Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Travel Update
Tips Melakukan Solo Trekking, Jelajahi Alam Sendirian Tanpa Guide

Tips Melakukan Solo Trekking, Jelajahi Alam Sendirian Tanpa Guide

Travel Tips
Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang Karya Nelayan Lokal

Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang Karya Nelayan Lokal

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Travel Update
Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Travel Update
Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Travel Update
Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Jalan Jalan
Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Travel Update
Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Jalan Jalan
Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.