Kompas.com - 24/04/2015, 17:04 WIB
Arsiani, wanita berdarah-Jawa-Jerman kelahiran Amerika Serikat dan Suaminya, Kingsley, pria asal Australia tiba lebih awal di Tanjung Pesona Sungailiat, Kamis (23/4/2015). Keduanya bakal mengikuti Triathlon Sungailiat 2015 dalam rangka HUT ke 249 Kota Sungailiat. Bangkapos.com/Fery LaskariArsiani, wanita berdarah-Jawa-Jerman kelahiran Amerika Serikat dan Suaminya, Kingsley, pria asal Australia tiba lebih awal di Tanjung Pesona Sungailiat, Kamis (23/4/2015). Keduanya bakal mengikuti Triathlon Sungailiat 2015 dalam rangka HUT ke 249 Kota Sungailiat.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
BANGKA, KOMPAS.com - Kendati Sungailiat Triathlon 2015 belum dilaksanakan, namun sudah ada turis mancanegara yang melempar pujian. Kata sanjung itu dilontarkan oleh calon peserta asal Amerika Serikat dan Australia ketika mereka tiba di Pantai Tanjung Pesona Sungailiat, Kamis (23/4/2015).

"Triathlon Sungailiat, saya pikir paling baik di seluruh dunia," inilah kata pujian yang dilontarkan Arsiani (38), perempuan kelahiran Amerika Serikat ketika diwawancarai Bangkapos.com, di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat, Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis siang.

Tak sulit berkomunikasi dengan bule satu ini, karena ternyata dia adalah perempuan blasteran yang pandai berbahasa Indonesia. "Asal saya gado-gado, bapak orang Jawa, ibu orang Jerman, kuliah saya di Amerika Serikat, jadi saya lahir d isitu (Amerika). Sekarang saya tinggal di Bali," katanya, dengan logat kental kebarat-baratan.

Saat ditanya, kenapa dia sampai menyebut Sungailiat Triathlon sebagai yang terbaik? Arsiani membeberkan alasannya. "Karena nomor satu, tempatnya Bangka, Bangka Belitung.  Wow, orangnya hebat, orangnya sopan, makanannya paling baik, juga itu pantai masih bersih, tidak ada polusi, dan juga tidak macet. Karena masih steril, dan untuk lari baik sekali karena bisa nafas, jadi semua jadi aman, jadi nyaman, lebih baik," katanya.

Arsianti mengaku bisa bicara begitu, karena sudah belasan kali ia ikut di acara triathlon di dunia. "Pernah ikut triathlon di Australia, di Selandia Baru, di Amerika Serikat, di Jepang, banyak tempat," katanya.

Lalu apa misi Arsianti ikut triathlon? Perempuan ini menjawab sederhana. "Fun aja, hobi dan untuk kesehatan juga, dan mau menginspirasi orang yang lain juga," katanya.

Arsianti mengaku tak datang sendiri, tetapi bersama suaminya, Kingsley (40), pria asal Australia. Namun Arsianti memohon permakluman, karena suaminya itu tak dapat melihat dengan baik. Walau demikian kata Arsianti, suaminya,punya segudang pengalaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Beliau (Kingsley) orang tunanetra, tapi ikut olimpiade sudah lima kali. Suami saya ini asal Autralia," katanya seraya merangkul sang suami yang ketika itu sedang sibuk merakit sepeda untuk digunakan di Triathlon, Sabtu (25/4/2015) nanti.

(Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bangka Pos
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Okupansi Hotel di Aceh untuk Libur Nataru Baru 40 Persen

Travel Update
Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Libur Nataru, Wisata Gunung Pandan di Aceh Tamiang Tutup

Travel Update
10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

Jalan Jalan
Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

Travel Update
Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.