Kompas.com - 29/04/2015, 11:32 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
TAK banyak yang mengenal apalagi mengunjungi Tanjung Nanga Lok, Bukit Cinta dari Elar, Desa Gololijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.  Kamis (9/4/2015) lalu, berawal dari informasi dari pemandu lokal sekaligus koordinator Dinas Pariwisata di Kecamatan Sambirampas, Arsyad dan Kepala Desa Nangambaur, Warka Jalu yang mendampingi tim ekspedisi Utara, kami mendatangi Tanjung Nanga Lok.

Berbekal dari informasi lisan saat mengunjungi pantai Pasir Putih Watu Payung, rombongan ekspedisi utara yang masih semangat bergegas dengan dua kendaraan menuju obyek wisata yang menakjubkan di wilayah utara Manggarai Timur tersebut.

Waktu itu, sebagian warga masyarakat di Pota, ibu kota Kecamatan Sambirampas masih tidur lelap dan sebagian lagi sudah bangun untuk menuju ke pantai menjemput para nelayan yang sudah berjuang bersama gelombang laut untuk menangkap ikan demi memenuhi kebutuhan keluarga dan pembeli di Pasar Pota.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Keindahan pohon bakau di Tanjung Nanga Lok, Bukit Cinta dari Elar, Desa Gololijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu sebagian lagi yang masuk dalam rombongan ekspedisi utara bergegas mengejar Sang Surya yang terbit pada pagi hari yang dapat dilihat dari pantai Pasir Putih Watu Payung, Desa Nangambaur. Tak sia-sia datang dari Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur dapat menikmati matahari terbit di pantai tersebut.

Selama ini warga di Kota Borong dan sekitarnya selalu mendengarkan cerita-cerita dari berbagai relasi dan keluarga yang pulang dari Sambirampas dengan menginformasikan keunikan-keunikan warisan dunia di alam Sambirampas, seperti matahari terbit di pagi hari maupun keindahan pantainya, batu berbentuk payung.

Ternyata, cerita-cerita yang dituturkan sangat sesuai dengan keunikan dan keindahan alam di Sambirampas. Di balik itu masih banyak yang  belum menginformasi satu dari obyek wisata di Kecamatan Elar. Tepatnya di jalur Jalan Negara Transflores bagian utara. Dari Pota dapat melintasi ke Elar menuju ke Pulau 17 Riung, di Kabupaten Ngada dan tembus ke Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Rombongan wartawan ekspedisi utara di Tanjung Nanga Lok, Bukit Cinta dari Elar, Desa Gololijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2015).
Rombongan ekspedisi Utara untuk mengangkat potensi pariwisata yang masih tidur di Sambirampas melintasi jalan negara Transflores Utara yang beraspal mulus sehingga sopir yang membawa rombongan tidak mengalami kesulitan. Dari Pota ke desa Gololijun jalan beraspal hotmix. Namun melewati itu sampai di obyek wisata yang dituju belum diaspal dengan baik.

Selama ini Tanjung Nanga Lok, Bukit Cinta dari Elar hanya diketahui oleh orang-orang lokal yang melintasi jalan tersebut. Obyek wisata Tanjung Nanga Lok ini berada di pinggir jalan Negara Transflores Bagian Utara. Siapa pun yang melintasi di situ pasti mampir sebentar untuk menikmati keindahan laut biru dan melepas lelah dari perjalanan jauh akibat jalannya belum beraspal.

Rombongan ekspedisi Utara ini adalah semua orang baru yang mengunjungi sejumlah lokasi wisata di bagian Sambirampas dan Elar.

Berkali-kali kami berbisik dalam hati betapa indahnya potensi pariwisata di Manggarai Timur bagian Utara. Kami merasa bersyukur atas keindahan alam yang diwariskan Sang Pencipta bagi kemakmuran manusia Manggarai Timur di masa depan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.