Situ Patenggang dan Cinta Abadi

Kompas.com - 01/05/2015, 18:10 WIB
Situ Patenggang, danau eksotik, Minggu (1/3/2015), di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tampak elok  dengan kondisi khasnya yang meneduhkan dan hening dibalut dengan hawa sangat sejuk. Hamparan kebun teh yang subur dan hijau juga membuat daya tarik tersendiri bagi danau ini. KOMPAS/SAMUEL OKTORASitu Patenggang, danau eksotik, Minggu (1/3/2015), di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tampak elok dengan kondisi khasnya yang meneduhkan dan hening dibalut dengan hawa sangat sejuk. Hamparan kebun teh yang subur dan hijau juga membuat daya tarik tersendiri bagi danau ini.
EditorI Made Asdhiana
DI bawah kaki Gunung Patuha, danau eksotik, Situ Patenggang di Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih terus memancarkan kharismanya. Dengan permukaan air begitu tenang laksana kaca, dan wilayah daratan dihiasi sejumlah pinus menjulang, memberi pesona yang khas pada Situ Patenggang.

Suasana sekitar danau pun amat hening, ditunjang alam yang hijau seakan memancarkan kesegaran yang dapat menghibur jiwa. Situ Patenggang berada di ketinggian sekitar 1.628 meter di atas permukaan laut. Dengan suhu di bawah 20 derajat celsius, ditunjang dengan panorama perkebunan teh Rancabali sekitar 1.500 hektar, memberikan sensasi tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Danau ini menjadi salah satu obyek wisata alam unggulan bagi Provinsi Jawa Barat, khususnya Pemerintah Kabupaten Bandung. Danau seluas 48 ha di Bandung selatan ini ditangani Balai Besar Sumber Daya Alam Jawa Barat. Wilayah daratannya dikelola PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) Rancabali.

Letaknya sekitar 56 kilometer dari Kota Bandung atau memerlukan waktu tempuh lebih kurang 1,5 jam. Situ Patenggang tak pernah sepi pengunjung. Puncak kunjungan biasanya terjadi pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) atau hari libur dengan jumlah sekitar 2.000 orang, pada hari biasa rata-rata 300 pengunjung. Jumlah kunjungan wisatawan ke Situ Patenggang rata-rata 14.000 orang per bulan.

Pemantauan Kompas, Kamis (5/3/2015), walau dalam masa musim hujan, danau ini tak sepi pengunjung. Tarif tiket masuk Rp 18.000 untuk hari biasa, sedangkan pada akhir pekan atau hari libur Rp 20.500 per orang.

Muhimatussolihat Farah Annisa (26), warga Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, mengaku baru pertama kali mengunjungi danau ini. ”Saya suka memotret, kabarnya pemandangan di sini bagus, jadi saya memilih ke sini. Ternyata memang benar, indah sekali panoramanya, air danaunya tenang sekali, dari permukaan air memantulkan cahaya,” ujar Annisa.

Meski gerimis, Annisa tidak menguburkan hasratnya untuk mengunjungi Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Sasaka atau yang disebut juga Pulau Asmara. Jarak Batu Cinta dengan daratan Situ Patenggang sekitar 1 kilometer. Para wisatawan memang disarankan ke Situ Patenggang pada musim panas, yaitu antara April-Oktober, karena cuaca saat itu cerah.

Walau kabut selalu turun, tetapi pada musim panas biasanya mulai sore hari, sehingga wisatawan akan memiliki waktu lebih banyak menikmati keelokan panorama Situ Patenggang sejak pagi. Sebaliknya selama musim hujan, sepanjang hari hujan bisa mengguyur, kabut juga lebih sering menyelimuti kawasan Situ Patenggang.

Pihak pengelola menyediakan fasilitas perahu dengan tarif Rp 30.000 per orang (kapasitas 15 orang), maupun sepeda air. Annisa bersama lima wisatawan lainnya memilih menggunakan perahu dayung menuju Batu Cinta.

Legenda

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X