Kompas.com - 05/05/2015, 10:49 WIB
Wisatawan usai mengunjungi Pulau Penyu, di Tanjung Benoa, Bali. EKA JUNI ARTAWANWisatawan usai mengunjungi Pulau Penyu, di Tanjung Benoa, Bali.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia  pada  Maret 2015 mencapai 789.596 orang atau tumbuh 3,51 persen dibandingkan bulan Maret 2014 berjumlah 765.607 orang. Sementara itu secara komulatif kunjungan wisman pada Januari hingga Maret 2015 sebanyak 2.299.288 orang atau tumbuh 3,51 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.221.352 orang.
 
Kunjungan wisman pada Maret 2015 didominasi dari sejumlah negara yang menjadi pasar utama antara lain: Malaysia, Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, dan Singapura sebagai lima besar, sedangkan Korea Selatan, Amerika Serikat, India, Taiwan, dan Australia berada di 10 besar.

Dari 10 besar pasar utama tersebut yang menarik adalah wisman Tiongkok mencapai 26.647 orang atau berada pada urutan kedua terbesar setelah wisman Malaysia sebanyak 28.384 orang. Posisi wisman Tiongkok yang berada di urutan kedua ini menggeser posisi wisman dari Singapura yang berada di urutan ke lima.
 
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, kunjungan wisatawan dari Tiongkok terus didorong agar memberikan kontribusi yang besar terhadap kunjungan wisman ke Indonesia yang tahun ini menargetkan 12 juta wisman. “Bila tahun lalu kunjungan wisman Tiongkok sekitar 900 ribu, tahun ini kita dorong agar menjadi 2 juta wisman,” kata Arief Yahya dalam siaran pers Puskom Publik Kementerian Pariwisata, Senin (4/5/2015).

Berbagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisman dilakukan Kemenpar bersama pelaku bisnis dan stakeholder pariwisata lainnya  antara lain dengan menggencarkan promosi pariwisata melalui jalur digital (online) maupun  offline di antaranya berpartisipasi dalam bursa pariwisata internasional, melakukan sales mission di sejumlah kota besar di Tiongkok, serta menyelenggarakan fam trip dengan mengundang para tour operator dan media atau travel writter.
 
Diluncurkannya wisata sejarah Jalur Samudera Cheng Ho (JSC) oleh Menpar Arief Yahya  di Batam belum lama ini telah menjadi perhatian media di Tiongkok dan diharapkan akan menjadi promosi yang efektif untuk menarik wisman dari kawasan Asia khusus dari Tiongkok. Selain itu  semakin bertambahnya penerbangan langsung dari kota-kota besar di Tiongkok ke sejumlah destinasi di Indonesia seperti Bali dan Jakarta mendorong meningkatnya kunjungan wisman dari negeri Tirai Bambu itu.  (*)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.