Kompas.com - 06/05/2015, 15:31 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
GUNUNG HALAT, KOMPAS.com - Cuaca panas dan tanjakan curam menghajar para peserta Jelajah Sepeda Kompas Banjarmasin-Balikpapan di Etape 3 Tanjung-Batu Kajang, Rabu (6/5/2015). Para peserta bersusah payah untuk melewati Jalur Trans Kalimantan yang didominasi perbukitan di tengah cuaca panas yang menyengat.

"Rutenya banyak menanjak. Panas banget. Di dekat titik istirahat paling berat. Apalagi ditambah jalan yang rusak. Tambah menguras tenaga," kata peserta Jelajah Sepeda Kompas dari Jakarta, Zulkarnain kepada KompasTravel di ketika beristirahat di Gunung Halat, Tabalong, Rabu (6/5/2015).

Ia mengatakan dari dua etape sebelumnya, etape ini merupakan yang terberat hingga saat istirahat makan siang. Karyawan swasta ini beralasan pada etape sebelumnya cuaca dan medan yang ditempuh masih bersahabat. Hal tersebut menjadi keuntungan untuk menempuh etape sebelumnya.

"Kalau etape pertama masih hujan dan gerimis. Jadi adem sepedaannya. Di etape kedua juga masih mendung. Walaupun ada jalan yang menanjak tapi masih enak sepedaannya kalau adem," katanya.

Road Captain Jelajah Sepeda Kompas Banjarmasin- Balikpapan, Kang Coe mengatakan cuaca panas pada Etape 3 ini, para peserta memang tidak dapat menghindar dari sengatan panas matahari. Berbicara tentang medan, ia menjelaskan bahwa untuk melewati tanjakan naik dan turun memerlukan strategi khusus. Strategi tersebut akan mempengaruhi stamina ketika bersepeda dalam cuaca yang ekstrem ini.

"Suhu saat ini di Jalan Trans Kalimantan mencapai 38 derajat celcius. Suhu panas sudah menjadi pilihan. Rolling (tanjakan naik dan turun) harus memanfaatkan momentum. Ketika lelah, para peserta akan mengkondisikan posisi terenak," katanya.

Ia juga menambahkan para marshall beserta tim support yang menggunakan motor akan selalu mengawal untuk mengantisipasi para peserta yang kelelahan akibat cuaca panas dan jalan menanjak. Setiap peserta yang tertinggal, para tim support akan membantu mendorong hingga kembali masuk ke dalam barisan rombongan sepeda.

Pantauan KompasTravel, hingga saat istirahat Etape 3 di Gunung Halat, tanjakan-tanjakan membuat para peserta bercucuran keringat. Kulit para peserta mulai menghitam karena paparan sinar matahari. Sementara sudut kemiringan jalan mencapai 45 derajat. Para peserta saat ini telah menempuh jarak sejauh 70 km dari titik awal keberangkatan di Kecamatan Tanjung, Tabalong.

Jelajah Sepeda Kompas Banjarmasin-Balikpapan dijadwalkan akan selesai pada tanggal 10 Mei 2015. Jarak tempuh Etape 3 Tanjung-Batu Kajang berjarak sejauh 118 km. Jumlah peserta yang mengikuti acara bersepeda jarak jauh ini berjumlah 50 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Travel Promo
Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Travel Update
DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

Travel Update
Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.