Menepi ke Ujung Kulon

Kompas.com - 12/05/2015, 13:51 WIB
Jalur 'trekking' di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (1/5/2015). KOMPAS/INGKI RINALDIJalur 'trekking' di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (1/5/2015).
EditorI Made Asdhiana

Lain lagi dengan pengalaman pemandu bernama Aso Tarso (38). Sejak mulai menjadi pemandu aktif pada 2006 hingga 2012, Aso belum pernah sekalipun melihat badak.

Ia hanya sempat menyaksikan jejak-jejak badak dan kubangan tempat badak-badak jawa berkumpul. Ia sepakat bahwa Cigenter yang berada di depan Pulau Handeleum merupakan daerah konsentrasi populasi badak jawa berdasarkan jejak tapak kaki yang disaksikannya.

Guna mengalihkan fokus kunjungan untuk menyaksikan badak jawa yang relatif sulit ditemukan, Aso kerap mengajak tamunya ke kawasan Pandeleum dan Cidaon. Kawasan yang memiliki sejumlah lapangan tempat banteng liar berkumpul. ”Di dua tempat itu ada lapangan banteng yang bisa kita lihat,” katanya.

Dalam sekali waktu berkumpul, menurut Aso, terdapat sekitar 40 ekor banteng. Dalam kumpulan itu, imbuh Aso, hanya terdapat sekitar dua ekor banteng jantan.

Pengetahuan Aso, Martin, dan sejumlah pemandu lain didapatkan berdasarkan pengalaman. ”Belum pernah; kalau untuk ikut pelatihan pemandu, sih, belum pernah,” ujar Aso.

Berdasarkan informasi dari laman www.ujungkulon.org, wilayah TNUK mencapai luas 122.956 hektar. TNUK berada di dalam wilayah Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Aso dan Martin, dengan pengalamannya yang terus bertambah seiring perjalanan, berdomisili di Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur. Tamanjaya merupakan pusat keramaian terakhir, tempat pengunjung bisa memperoleh penginapan dan jasa layanan pemandu untuk aktivitas trekking.

Setelah Desa Tamanjaya, terdapat Desa Ujungjaya. Namun, di Ujungjaya, relatif tidak ada penginapan atau jasa pemandu yang ditawarkan.

Untuk mendapatkan jasa pemandu, pengunjung mesti mengeluarkan dana sekitar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 selama satu hari. Di dalamnya sudah termasuk keperluan makan selama dalam perjalanan menembus hutan kawasan TNUK.

Akan tetapi, sebelum sampai di Tamanjaya, tentu kita mesti menempuh perjalanan panjang di muka terlebih dahulu. Apabila memutuskan naik kendaraan umum, jika dari Jakarta, tujulah sejumlah angkutan di Terminal Serang yang dapat mengantarkan ke Tamanjaya sebelum memulai petualangan menemukan badak jawa di habitatnya. (Ingki Rinaldi)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X