Kompas.com - 14/05/2015, 11:42 WIB
EditorI Made Asdhiana

SAMBAL ada dalam denyut ”jantung” kuliner Indonesia. Keragaman sambal merekam kekayaan tradisi Indonesia. Life is Sweet dan ”chef” Sean Macdougall dari The Ritz Carlton, Jakarta, membuktikan, sambal juga bisa hadir dalam kemasan penuh gaya, tanpa kehilangan cita rasa otentik.

Jamuan makan malam ini disajikan di Pacific Restaurant & Lounge, The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (30/4/2015). Seluruh menu, dari suguhan pembuka, pasta, dua hidangan utama, hingga pencuci mulut, berunsur sambal khas Indonesia. Uniknya, tak ada sambal yang disajikan seperti lazimnya sambal sehari-hari yang ada di meja makan keluarga Indonesia.

Cabai merah besar, cabai rawit hijau, dan cabai rawit merah ditaburkan menghias meja jamuan. Cabai juga menandai tema jamuan itu, ”Sambal, The Heartbeat of Indonesian Cuisine”. Di sisi peralatan makan diletakkan mangkuk berisi kombinasi kerupuk udang, emping, kerupuk kuning, dan rempeyek kacang yang renyah.

”Kami ingin masakan Indonesia menjadi tuan rumah yang bisa tampil bergengsi di negeri sendiri,” ujar Rubiana Fajar, salah satu pendiri Life is Sweet, saat membuka acara. Life is Sweet adalah penyelenggara acara khusus kuliner yang bermisi mengangkat kekayaan tradisi kuliner Indonesia ke kancah global.

KOMPAS/NUR HIDAYATI Jamuan makan malam di Pacific Restaurant & Lounge, The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (30/4/2015).
Hidangan pembuka yang disajikan pertama segera memperjelas maksud Rubi. Nama menu pembuka ini, slow prawn confit in bumbu kuning, sambal soil and peanut gel. Udang dimasak dengan bumbu kuning dalam temperatur rendah, lalu disajikan dengan sambal gandaria dan sambal kacang.

Sambal gandaria di sini disebut ”sambal soil” karena tampilannya seperti butiran kasar, cenderung kering, dibentuk dalam pola-pola persegi di atas piring. Sementara sambal kacang diolah lebih padat, bertekstur seperti gel, dibentuk menyerupai balok kecil tempat udang disandarkan.

”Penampilan masakan ini bergaya sangat western, tetapi cita rasanya Indonesia,” kata Michael Soetantyo, juga pendiri Life is Sweet. Dalam pengolahan menu, Life is Sweet memastikan cita rasa masakan, sedangkan chef Sean Macdougall mengolah tekstur, warna, serta penampilan makanan.

Berikutnya, disuguhkan agnolotti dengan isian bebek betutu, saus jamur dari Bangka Belitung, dan sambal hijau ala Bali. Agnolotti adalah sejenis pasta ravioli berukuran lebih kecil. Pasta ini dibentuk membungkus isian daging sapi cacah yang dimasak dengan bumbu betutu khas Bali. Pada hidangan ini, sambal hijau diolah sangat halus seperti saus, disuguhkan berselang-seling dengan saus keju parmesan.

Pada hidangan pembuka dan pasta ini, tingkat kepedasan sambal amat diturunkan. Chef Macdougall menjelaskan, sebelum diolah menjadi sambal, biji dan urat yang menyumbang rasa pedas dalam cabai lebih dulu dibuang. Tingkat kepedasan ini diturunkan untuk memberi toleransi pada penyantap—terutama warga negara Barat—yang tidak terbiasa dengan makanan pedas.

KOMPAS/NUR HIDAYATI ”Mango crème moulee”, sambal limau.
Meski begitu, pada hidangan utama, kepedasan sambal tetap dijaga tetap sesuai standar. Sebagai pendamping, minuman sake dan shocu disuguhkan untuk menawarkan kekuatan bumbu dan rasa sambal yang cukup tajam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.