Kompas.com - 15/05/2015, 10:49 WIB
Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau. Berselancar di sungai ini sangat menantang. BARRY KUSUMAOmbak Bono di Sungai Kampar, Riau. Berselancar di sungai ini sangat menantang.
EditorI Made Asdhiana
PEKANBARU, KOMPAS.com - Legislator Komisi E DPRD Riau meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan meningkatkan fasilitas akomodasi untuk pengembangan potensi wisata Ombak Bono Sungai Kampar. Pasalnya, minimnya penginapan dan hotel di daerah itu menjadi keluhan para wisatawan.

Sekretaris Komisi E DPRD Riau, Markarius Anwar di Pekanbaru, Rabu (13/5/2015), mengatakan pemerintah daerah bisa memilih cara alternatif dengan mengembangkan layanan penginapan menggunakan rumah penduduk lokal atau homestay di lokasi wisata Ombak Bono.

"Bono potensinya bagus tapi tidak dikembangkan, seperti tidak adanya penginapan. Kita minta optimalkan saja rumah masyarakat setempat untuk menginap, cukup sediakan saja satu kamar untuk homestay wisatawan," katanya.

Dia mengatakan bahwa fasilitas tersebut tidak perlu harus mewah, yang penting memiliki fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Selain itu, pengembangan potensi homestay juga lebih murah dan tidak memerlukan biaya investasi yang besar.

Menurut legislator dari Siak-Pelalawan itu, banyak wisatawan yang datang dan kagum melihat Ombak Bono karena banyaknya video yang tersebar tentang fenomena alam yang dijuluki "Tujuh Hantu" itu. "Tapi malu juga ketika mereka datang tidak ada penginapan," ungkapnya.

Selain itu, Markarius Anwar meminta perbaikan infrastruktur akses ke sana dan acara yang menjual dan bisa mendatangkan banyak wisatawan khususnya seperti kompetisi olahraga selancar. Dia berharap Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau bisa mengusulkannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun ini.

BARRY KUSUMA Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau. Berselancar di sungai ini sangat menantang.
Hal itu disampaikan Markarius Anwar kepada Kepala Disparekraf Riau yang baru, Fahmizal saat rapat dengar pendapat. Terkait homestay tersebut, Kadis mengatakan sudah ada arahan Presiden Joko Widodo untuk pengembangannya di seluruh Indonesia.

"Dalam Program Nawacita, Presiden juga menyatakan fokus untuk kedaulatan pariwisata dan ekonomi kreatif. Sudah ada arahan untuk pengembangan homestay," ujarnya.

Menurut Fahmizal, saat ini telah disiapkan perangkat untuk regulasinya. Dia menyatakan akan merebut dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang disiapkan untuk pembinaan homestay.

Bono merupakan fenomena ombak pertemuan antara hulu dan hilir Sungai Kampar. Pertemuan itu menciptakan ombak yang mengagumkan dan terjadi pada waktu tertentu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.