Menko Kemaritiman: Aceh Perlu Optimalkan Pariwisata

Kompas.com - 15/05/2015, 18:16 WIB
Wisatawan asal Rusia mengabadikan Monumen Tsunami PLDT Apung saat berkunjung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012). SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA Wisatawan asal Rusia mengabadikan Monumen Tsunami PLDT Apung saat berkunjung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012).
EditorI Made Asdhiana
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Indroyono Soesilo menyarankan Aceh mengoptimalisasi sektor pariwisata jika ingin menarik wisatawan, terutama dari mancanegara.

"Perlu optimalisasi obyek-obyek wisata di Aceh jika daerah ini ingin menarik kunjungan wisatawan lebih banyak," kata Indroyono di Banda Aceh, Rabu (13/5/2015).

Indroyono Soesilo berada di Banda Aceh dalam rangka memberikan materi pada rapat koordinasi para Gubernur se-Sumatera yang berlangsung sejak 10 Mei 2015.

Menko mengatakan bahwa Aceh memiliki potensi pariwisata yang cukup menjanjikan. Namun, provinsi ujung barat Indonesia ini perlu membenahi berbagai fasilitas pariwisata, seperti infrastruktur maupun sarana pendukung lainnya.

"Yang terpenting sekarang ini bagaimana Aceh membangun sektor pariwisatanya secara berkelanjutan dan ramah lingkungan," ungkap Indroyono.

Menyangkut tidak masuknya Aceh dalam pintu masuk utama kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, Menko mengatakan hal ini tergantung kesiapan Aceh sendiri.

SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR Pengunjung melintas depan Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Kamis (21/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam.
Sementara itu, 19 daerah lain di Indonesia menjadi pintu masuk utama kunjungan wisatawan mancanegara yang selama ini ada, merupakan daerah-daerah yang menjadi tujuan utama turis luar negeri.

"Sekarang tinggal bagaimana Aceh membangun dan mengembangkan sektor pariwisatanya, sehingga orang di seluruh dunia tertarik berkunjung dan lama menetap di Aceh," katanya.

Selain mengoptimalisasi unsur sektor pariwisata, lanjut Indroyono, Aceh juga harus gencar mempromosikan keunggulan daerahnya, sehingga wisatawan mancanegara tertarik membelanjakan dollarnya di daerah ini.

"Jika mampu mengoptimalkan pariwisatanya, kami yakin Aceh bisa menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara. Bila ini terwujud, Aceh setara dengan 19 pintu masuk utama lainnya di Indonesia," tambah Indroyono Soesilo.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X