Kemenpar Promosikan Mandeh ke Empat Kawasan

Kompas.com - 16/05/2015, 11:29 WIB
Para wisatawan sedang berfoto di Puncak Mandeh, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015). KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOPara wisatawan sedang berfoto di Puncak Mandeh, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015).
EditorI Made Asdhiana
PADANG, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata akan fokus mempromosikan kawasan wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ke empat kawasan, yaitu Malaysia, Singapura, negara-negara di Timur Tengah dan Tiongkok.

"Kunjungan wisatawan asing ke Mandeh sekitar 6.000 orang per tahun. Angka itu terlalu kecil sehingga perlu promosi yang akan difokuskan pada wilayah itu," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Padang, Jumat (15/5/2015) malam.

Ia menyampaikan hal itu dalam acara jamuan makan malam bersama Gubernur Sumatera Barat dan jumpa pers dalam rangka peresmian Festival Mandeh 2015 dan acara Mandeh Joy Sailing 2015.

Menurut Arief, Malaysia dan Singapura menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan promosi karena ada penerbangan langsung dari Kuala Lumpur menuju Bandara Internasional Minangkabau di Sumbar.

Sementara, untuk negara Timur Tengah potensinya besar karena setiap tahun ada 600 ribu warga setempat ke Malaysia dan ditargetkan minimal 100 ribu orang berkunjung ke Mandeh. "Kemudian untuk Tiongkok, Kementerian Pariwisata menyasar segmen penduduk Muslim setempat yang jumlahnya kini mencapai 100 juta jiwa," katanya.

ARSIP KOMPAS TV Ilustrasi menyelam
Menpar mengatakan untuk saat ini promosi dilakukan fokus pada kawasan tersebut karena mengutamakan skala prioritas.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjelaskan kawasan Laut Mandeh merupakan salah satu obyek wisata yang sedang dikembangkan di Kabupaten Pesisir Selatan dengan luas sekitar 8.000 hektare. "Kawasan Mandeh memiliki keindahan terumbu karang yang tidak kalah dengan tempat lain di mana terdapat sekitar 70 hektare terumbu karang yang masih terawat," katanya.

Selain itu terdapat hutan mangrove seluas 389 hektare serta berbagai biota laut yang beraneka ragam. Gubernur Sumbar melanjutkan, Mandeh juga memiliki teluk yang cukup luas dan indah dengan ombak yang tenang sehingga tepat menjadi tempat rekreasi.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pesisir Selatan, Gunawan mengatakan kawasan wisata Mandeh berbatasan langsung dengan Kota Padang yang jaraknya sekitar 56 kilometer dari Padang.

KOMPAS/INGKI RINALDI Seorang penyelam, Sabtu, 29 Desember 2012 berupaya mendokumentasikan salah satu sisi bangkai kapal yang diduga kuat sebagai "Boelongan" pada kedalaman sekitar 20 meter di perairan Teluk Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kapal Boelongan milik Belanda yang kemungkinan tengah disiapkan untuk memindahkan Sukarno dari Padang menuju Australia, tenggelam setelah dibombardir serangan udara Jepang pada 28 Januari 1942.
Disebut sebagai Kawasan Wisata Mandeh karena salah satu kampung yang ada di kawasan itu bernama Kampung Mandeh yang terletak di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan

Teluk itu cukup landai dan tidak berombak karena di sekitarnya terdapat beberapa pulau kecil di antaranya, Pulau Traju, Pulau Setan Kecil, Sironjong besar dan kecil serta Pulau Cubadak.

Beberapa pulau kecil yang ada di sana tidak kalah indah dengan objek wisata lainnya di tingkat internasional. Salah satunya Pulau Cubadak dimana investor asing dari Italia sudah mengembangkan daerah itu sebagai resort wisata atau yang lebih dikenal dengan Cubadak Paradise.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

PHRI Yogyakarta Hadapi Pemotongan Cuti Bersama: Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X