Kompas.com - 19/05/2015, 14:23 WIB
Pendaki menginap di tenda dekat danau Cebongan yang merupakan danau vulkanik di Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (1/11/2014). Dieng menawarkan keindahan sekaligus ancaman, karena dataran tingginya terbentuk dari gunung berapi yang kini masih mengeluarkan gas. KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATPendaki menginap di tenda dekat danau Cebongan yang merupakan danau vulkanik di Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (1/11/2014). Dieng menawarkan keindahan sekaligus ancaman, karena dataran tingginya terbentuk dari gunung berapi yang kini masih mengeluarkan gas.
EditorI Made Asdhiana
BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Puluhan homestay di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng khususnya Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai dipesan wisatawan jelang liburan sekolah dan lebaran.

"Di Dieng Kulon ada 85 homestay yang secara keseluruhan menyediakan sekitar 300 kamar, sedangkan yang sudah dipesan wisatawan sekitar 25-50 persen," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Alif Faozi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Senin (18/5/2015).

Akan tetapi, menurut Alif, pemesanan homestay tertinggi justru untuk kegiatan "Dieng Culture Festival (DCF) 2015" yang digelar pada 31 Juli hingga 2 Agustus. Dalam hal ini, sekitar 90 persen homestay di Desa Dieng Kulon telah dipesan wisatawan yang akan mengunjungi kegiatan tahunan tersebut.

Kendati demikian, Alif mengatakan wisatawan yang akan menyaksikan kegiatan DCF 2015 tidak perlu khawatir karena di sekitar KWDT Dieng tersedia ratusan homestay yang tersebar di sejumlah desa, baik yang masuk wilayah Banjarnegara maupun Wonosobo.

"Kami juga menyarankan warga yang rumahnya belum dijadikan homestay untuk berbenah sehingga bisa digunakan wisatawan seperti tahun lalu," katanya.

BARRY KUSUMA Bukit Sikunir Dieng di Jawa Tengah.
Lebih lanjut, Alif mengatakan bahwa ritual pemotongan rambut gimbal tetap menjadi unggulan dalam DCF 2015. Hingga saat ini sudah ada lima keluarga anak berambut gimbal yang ingin mengikuti acara tersebut.

"Akan tetapi seperti tujuan kami, kegiatan tersebut bersifat sosial sehingga kami akan menyeleksi peserta ruwatan rambut gimbal itu agar benar-benar anak dari keluarga tidak mampu," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disinggung mengenai kemungkinan Pokdarwis Dieng Pandawa menggelar kegiatan pada masa libur lebaran, Alif mengatakan bahwa pihaknya sengaja tidak menggelar kegiatan di KWDT Dieng pada masa-masa liburan yang sudah dipastikan banyak wisatawan yang datang.

Oleh karena itu, tambah Alif, Pokdarwis Dieng Pandawa menggelar kegiatan di luar musim liburan sehingga akan tetap banyak wisatawan yang mendatangi KWDT Dieng.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X