Kompas.com - 19/05/2015, 16:38 WIB
EditorI Made Asdhiana

Sigap, kami pun melompat ke dalam kapal kecil yang sudah menanti sejak subuh. Kapal yang kami gunakan adalah kapal yang setidaknya bisa memuat hingga 12 orang, dengan tiga mesin tempel. Perlahan, kapal cepat yang kami tumpangi melaju membelah lautan. Buih air laut di jalur yang kami lalui tampak seperti mencipta jejak. Percikan air laut berebut perhatian dengan aroma laut yang segera menyergap indera penciuman.

Tidak ada pemandangan yang lebih indah selain laut yang membiru, berpadu dengan langit yang membentang tanpa batas. Di beberapa titik, laju sekelompok ikan seolah terbang di atas permukaan air laut.

Gradasi warna

Dari atas kapal, pantai Pulau Pombo terlihat begitu cantik. Permukaan air laut di sekeliling pantainya menyajikan gradasi warna dari bening, hijau tosca, biru, hingga biru yang paling biru. Pantai indah dengan gradasi warna itu seolah memeluk mesra gundukan vegetasi yang ada di tengah pulau tanpa penghuni itu.

Kami berpencar menyusur pantainya yang berpasir lembut putih kecoklatan, mencari keindahan di berbagai sudut pulau dan menikmati debur ombak yang lembut menyentuh telapak kaki. Kamera ponsel menjadi saksi keindahan yang tersaji di Pulau Pombo.

Sayang, keindahan itu ternoda oleh ceceran sampah yang memenuhi pantai, mulai botol bekas air mineral hingga tas ransel beraneka warna. Posisi Pulau Pombo yang berada di antara Pulau Ambon dan Pulau Haruku menyebabkan terjadinya perputaran arus. Perputaran arus inilah yang kemungkinan besar menyebabkan banyak sampah tersangkut di Pulau Pombo.

”Kalau tahu ada banyak sampah seperti ini tadi kita bawa plastik ya. Jadi kita bisa ikut bersih-bersih pantainya. Sayang kalau kotor begini,” tutur Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian yang berada di antara rombongan.

Di luar urusan sampah, Pantai Pombo benar-benar menyajikan pemandangan yang indah. Pasir, laut, langit, dan gunung-gunung yang terlihat dari kejauhan, semua biru. Biru yang meneduhkan, di antara alam yang permai.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Dermaga penyeberangan
Berada di antara pantai berpasir dengan debur ombaknya yang lembut, kami seolah terlena. Tak menghiraukan terik matahari yang seketika membakar kulit. Sayang, air tengah tinggi sehingga kami tidak bisa menyaksikan rangkaian batu-batu karang yang biasa muncul saat air surut. Demikian juga dengan burung pombo atau merpati yang merupakan satwa endemik Pulau Pombo.

Ah tak apalah. Pantai Pombo yang indah telah menyajikan pemandangan yang melenakan. (Dwi As Setianingsih)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Jalan Jalan
Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Travel Update
Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Jalan Jalan
Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

Travel Tips
Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Travel Tips
Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Travel Update
Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.