Kompas.com - 21/05/2015, 11:23 WIB
EditorI Made Asdhiana

Warung Nasi Tempong Sumiyati juga terkenal di kalangan masyarakat Banyuwangi. Warung yang terletak di dekat perempatan Sukowidi ini memberikan porsi jumbo kepada para pembelinya. Pesan satu porsi nasi tempong, maka Anda akan mendapatkan tiga piring sekaligus, masing-masing berisi nasi pulen yang masih berasap, sepiring aneka sayur rebus yang melimpah, dan lauk-pauk lengkap, mulai dari tempe, tahu, perkedel jagung, hingga ikan asin. Harganya pun relatif miring, hanya Rp 12.000-Rp 15.000 per porsi.

Sumiyati yang sudah 20 tahun menjadi peramu tempong memilih menggunakan cara tradisional untuk menanak nasi. Jika yang lain menggunakan penanak dan penghangat nasi otomatis, Sumiyati memilih tetap memakai kukusan bambu. Dengan cara ini, ia bisa menyajikan nasi yang pulen dan konsisten rasanya, juga menyediakan lauk tambahan sesuai selera, seperti telur dadar, ayam goreng, ikan laut, dan cumi-cumi pedas.

Surya, salah satu pembeli dari Surabaya, menyebutkan, nasi tempong Bu Sumiyati berasa lebih mantap. Ia pun sanggup menghabiskan seporsi nasi tempong berukuran jumbo selama masih ada sambal dalam piringnya. ”Nasinya pulen, sambalnya nagih,” katanya.

Murah

Jika ingin harga yang murah lagi, warung Mbok Nah tempatnya. Warung di Jalan Kolonel Sugiarto No 16, Kertosari, ini menjadi langganan berbagai kalangan, dari anak kos hingga pejabat dan pelancong dari luar negeri.

Harga seporsi nasi tempong di Mbok Nah hanya Rp 6.000-Rp 12.000, hampir sama dengan harga nasi bungkus. Bedanya, Mbok Nah menyajikan makanan secara segar. Tak heran jika setiap sore hingga malam, warung Mbok Nah tak pernah sepi dari antrean pembeli. ”Sehari rata-rata 500 porsi terjual,” katanya.

Dua atau tiga tahun terakhir, setelah pariwisata Banyuwangi menggeliat, sego tempong ikut naik pamor. Makanan ini hadir di restoran dan hotel di Banyuwangi. Di tempat-tempat itu, sego tempong tampil lebih elegan dengan porsi yang pas. Di restoran Pelangi Sari, Jalan Jember, Kecamatan Kabat, misalnya, sego tempong ditata cantik dalam piring beralas daun pisang. Nasinya bertabur bawang goreng yang gurih. Pengunjung dapat menikmatinya dengan cara duduk lesehan ataupun di kursi ditemani aneka minuman, di tempat yang lebih luas dan nyaman ketimbang di kaki lima.

Hotel Blambangan juga menyajikan nasi tempong dengan suasana lawas banyuwangian. Nasi tempong yang pedas dengan porsi yang pas bisa dipesan dengan minuman tradisional temulawak khas Banyuwangi tempo dulu. Camilan tradisional seperti kelemben atau bolu tradisional dan lepet juga bisa menjadi teman seusai bersantap di hotel berarsitektur Belanda itu.

Budayawan Hasnan Singodimayan mengatakan, sego tempong yang notabene makanan rakyat merepresentasikan kekayaan hasil bumi dari Banyuwangi. Nasi berasal dari beras banyuwangi yang terkenal pulen. Nasi itu disantap dengan sambal dari gerusan rawit kawasan penghasil cabai Wongsorejo, dilengkapi lauk dari hasil laut dari pesisir Selat Bali, serta berpadu dengan rasa manis labu siam, sayur genjer, hingga terong dari kaki Gunung Ijen.

Dari sepiring nasi tempong, kekayaan rasa Banyuwangi pun serasa lengkap dicecap. (SIWI YUNITA CAHYANINGRUM)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gembox, Pasar Malam dan Tempat Nongkrong Baru di Malaysia

Gembox, Pasar Malam dan Tempat Nongkrong Baru di Malaysia

Jalan Jalan
Daftar 20 Maskapai Terbaik Dunia 2022 Versi World Airline Awards

Daftar 20 Maskapai Terbaik Dunia 2022 Versi World Airline Awards

Travel Update
Geopark Meratus Siapkan Geosite Menuju UNESCO Global Geopark

Geopark Meratus Siapkan Geosite Menuju UNESCO Global Geopark

Travel Update
Korea Selatan Longgarkan Aturan Masker di Luar Ruangan

Korea Selatan Longgarkan Aturan Masker di Luar Ruangan

Travel Update
Hong Kong Hapus Karantina untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Hong Kong Hapus Karantina untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Travel Update
Bandara Sam Ratulangi Siap Layani Rute Manado-Bali Per Oktober 2022

Bandara Sam Ratulangi Siap Layani Rute Manado-Bali Per Oktober 2022

Travel Update
Kunjungan Turis Eropa di DIY Makin Naik, Promosi Makin Digencarkan

Kunjungan Turis Eropa di DIY Makin Naik, Promosi Makin Digencarkan

Travel Update
Tiket Pesawat Mahal, Tren Tunjukkan Wisatawan Lebih Pilih Beli Paketan

Tiket Pesawat Mahal, Tren Tunjukkan Wisatawan Lebih Pilih Beli Paketan

Travel Update
Wisata Edukasi TPA Talangagung, Lihat Pengelohan Gas Metana Jadi Bahan Bakar Kompor

Wisata Edukasi TPA Talangagung, Lihat Pengelohan Gas Metana Jadi Bahan Bakar Kompor

Jalan Jalan
Aturan Snorkeling di Karimunjawa, Jangan Pegang Biota Laut

Aturan Snorkeling di Karimunjawa, Jangan Pegang Biota Laut

Travel Tips
Sport Tourism di Malang Raya Jadi Bidikan Gubernur Jatim Khofifah

Sport Tourism di Malang Raya Jadi Bidikan Gubernur Jatim Khofifah

Travel Update
Thailand Akhiri Darurat Covid-19 Per 30 September 2022, Ini Syarat Masuk ke Sana

Thailand Akhiri Darurat Covid-19 Per 30 September 2022, Ini Syarat Masuk ke Sana

Travel Update
Virtual Tourism Diperlukan untuk Gaet Pasar Wisata Halal di Indonesia

Virtual Tourism Diperlukan untuk Gaet Pasar Wisata Halal di Indonesia

Travel Update
Asyiknya Membaca di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Jakarta yang Baru Direvitalisasi

Asyiknya Membaca di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Jakarta yang Baru Direvitalisasi

Jalan Jalan
Wisata Edukasi Roasting Kopi di Malioboro Yogyakarta, Nikmatnya Aroma Kopi

Wisata Edukasi Roasting Kopi di Malioboro Yogyakarta, Nikmatnya Aroma Kopi

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.