Kompas.com - 22/05/2015, 11:35 WIB
Wisma Ranggam, Muntok, Pulau Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, tempat presiden pertama RI, Soekarno, diasingkan pada 1949 oleh Belanda. Demikian kondisi terakhir rumah pengasingan tersebut pada Selasa (21/4/2015). KOMPAS/NAWA TUNGGALWisma Ranggam, Muntok, Pulau Bangka, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, tempat presiden pertama RI, Soekarno, diasingkan pada 1949 oleh Belanda. Demikian kondisi terakhir rumah pengasingan tersebut pada Selasa (21/4/2015).
EditorI Made Asdhiana
SELAMA menjalani pengasingan di Muntok, Pulau Bangka, 5 Februari hingga 6 Juli 1949, Soekarno mendapat pengalaman menarik. Ia berjumpa dengan gadis asli Muntok bernama Norma Musa. Gadis ini kemudian dibawa ke Jakarta menjadi sekretaris pribadinya. Setelah itu, dia diperistri Sultan Hamengku Buwono IX, yang saat itu menjabat Wakil Presiden RI.

”Norma pada waktu itu sering diminta Soekarno untuk mengisi acara bersama masyarakat di Muntok. Biasanya, Norma diminta memimpin lagu ’Indonesia Raya’ pada pertemuan-pertemuan bersama masyarakat,” kata ahli sejarah asal Bangka, Akhmad Elvian, di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, akhir April 2015.

Menurut Akhmad, dalam pengasingan di Muntok, Soekarno berusaha menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme masyarakat setempat. ”Lagu ’Indonesia Raya’ yang selalu dibawakan pada setiap pertemuan menunjukkan keinginan Soekarno untuk menumbuhkan patriotisme dan nasionalisme,” katanya.

Seperti diungkapkan juru pelihara Wisma Ranggam, Edi Rosyidi, Soekarno juga gemar bermain biola. ”Saya mengetahuinya dari cerita orang-orang tua di sini. Soekarno setiap sore main biola,” kata Edi.

Bermain biola mengingatkan Soekarno pada pencipta lagu kebangsaan itu, Wage Rudolf Supratman. Komponis itu pertama kali mengumandangkan lagu ”Indonesia Raya” dalam kongres tahun 1928 dengan biola.

Biola, Norma Musa, dan lagu ”Indonesia Raya” merupakan rangkaian usaha Soekarno untuk menumbuhkan spirit kebangsaan kepada masyarakat.

Kunjungan Sultan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut sejarawan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Djoko Suryo, Belanda memberi keleluasaan bagi Sultan Hamengku Buwono IX pada waktu itu untuk mengunjungi Soekarno dan para pemimpin lain selama di pengasingan. Setidaknya, dua kali Sultan datang ke Muntok.

”Di Muntok pada 1949 itulah sebetulnya Sultan untuk pertama kali berjumpa dengan Norma Musa, yang kemudian baru pada 1976 diperistri Sultan,” kata Djoko.

Norma Musa menjalani tugasnya sebagai sekretaris pribadi Presiden Soekarno. Sebelum diperistri Sultan, perempuan itu pernah menikah, tetapi kemudian berpisah dengan suaminya. Ketika menjadi istri Sultan, dia mendapat nama baru, yaitu Kanjeng Raden Ayu Norma Nindya Kirana HB IX.

Riwayat Norma Musa menjadi catatan penting pengasingan Soekarno di Muntok. Setidaknya, melalui Norma yang selalu ditunjuk untuk memimpin lagu ”Indonesia Raya”, Soekarno bisa melangsungkan kerja budaya dan politiknya sekaligus mempertahankan kemerdekaan RI yang masih muda. (NAW)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Travel Update
Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Jalan Jalan
7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

Jalan Jalan
Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Travel Update
Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Travel Promo
5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

Travel Update
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X