Kompas.com - 23/05/2015, 15:17 WIB
Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Representatif Sumbosha Publication Inc Shiedo Kuroda mengatakan iri dengan potensi pariwisata Indonesia. Ia juga mengaku melihat kemudahan visa untuk wisatawan asing.

Hal itu ia ungkapkan saat penandatanganan “Basic Agrement Regarding Tourism Business Aliance” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (22/5/2015). Oleh karena itu, berdasarkan dua potensi tersebut dan dukungan Pemerintah Indonesia, ia berharap dapat menarik wisatawan asing, khususnya Jepang.

Shombusa Inc bersama PT U Conectivity Service (UCS) Group mengembangkan sebuah aplikasi mobile dengan konten pariwisata. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia.

Penyediaan teknologi berupa aplikasi dan konten untuk pariwisata merupakan hasil kerja sama kedua belah pihak. Aspek pendukung seperti informasi hotel, kuliner, tiket pesawat, lokasi pariwisata, dan lokasi ATM juga akan tersedia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menyambut baik aplikasi mobile ini. “Tujuh puluh persen orang telah menggunakan media digital. Strategi media kita yaitu konvergensi. Elektronik dan non-elektronik. Own media seperti website umumnya,” kata Arief Yahya saat memberikan sambutan dalam penandatanganan “Basic Agreement Regarding Tourism Business Aliance” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Aplikasi mobile tersebut akan berisikan konten pariwisata yang akan membantu wisatawan Jepang. Arief mengatakan bahwa konten yang kuat membuat sebuah komunitas. Kemudian, komunitas yang telah terbentuk nanti akan dapat dikomersialkan.

“Konten nomor satu adalah video sebesar 40 persen. Kemudian foto sebesar 35 persen dan tulisan 25 persen,” katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lanjutnya, Arief menjelaskan keuntungan yang akan didapat dari aplikasi tersebut melalui tiga cara. Pertama, didapat dari iklan; kedua, dari transaksi; dan subscribe dari para pengguna setia.

“Fokus nanti ada tiga destinasi, yaitu Bali, Kepulauan Riau, dan Jakarta. Wisatawan yang pergi ke Bali hanya 45 persen, ke Jakarta 40 persen, dan 15 persen ke Kepulauan Riau. Target harus dapat menarik 10 juta wisatawan,” kata Arief.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Travel Update
Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Pengalaman Work From Bali, Kalau Mumet Bisa ke Pantai

Jalan Jalan
7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

7 Obyek Wisata yang Tidak Boleh Dilewati di Kawasan Bromo dan Semeru

Jalan Jalan
Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Seluruh Obyek Wisata Kabupaten Bandung Tutup Sepekan Sampai 21 Juni

Travel Update
Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Traveloka dan Citilink Gelar Promo Diskon Tiket Pesawat 20 Persen

Travel Promo
5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

Travel Update
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X