Kompas.com - 24/05/2015, 11:29 WIB
Seporsi Nasi Goreng Kebon Sirih dengan taburan bawang goreng dan daging kambing beserta kerupuk emping. Kompas.com/Wahyu Adityo ProdjoSeporsi Nasi Goreng Kebon Sirih dengan taburan bawang goreng dan daging kambing beserta kerupuk emping.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa yang tak kenal kuliner nasi goreng? Kuliner tradisional khas Indonesia ini dapat ditemui di hampir semua sudut Kota Jakarta. Salah satu tempat yang menyediakan kuliner ini berada di bilangan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Telah mulai berjualan sejak tahun 1958, Nasi Goreng Kebon Sirih telah melegenda dari mulut ke mulut para penikmatnya. Lidah pun dimanjakan dengan rasa gurih yang berasal dari olahan rempah-rempah dengan tambahan minyak samin. Sang inisiator di balik kuliner ini adalah Almarhum Haji Nein.

“Kakek saya yang pertama berjualan di Kebon Sirih sampai sekarang. Usaha ini turun temurun sampai sekarang sudah generasi ketiga yang mengelola,” kata cucu Almarhum Haji Nein, Indra kepada KompasTravel di Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Dua buah wajan besar mengepulkan asap olahan nasi goreng. Sang koki dengan lincah mengaduk-aduk nasi yang memenuhi wajan tanpa takut tumpah. Di meja makan, para pengunjung Nasi Goreng Kebon Sirih telah menunggu kehadiran santapan. Meja-meja terlihat penuh dengan para pengunjung malam itu.

Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Para pengunjung sedang menyantap Nasi Goreng Kebon Sirih, Jumat. (22/5/2015).

Sepiring nasi goreng telah tiba. Rasa gurih seperti nasi kebuli menyelimuti setiap suapan. Potongan daging kambing berbentuk dadu melengkapi santapan nasi goreng. Sajian kuliner ini juga ditambah emping. Jika berselera menggunakan acar, sang penjual juga telah menyiapkan.

Menurut Indra, resep nasi goreng ini telah bertahan secara turun menurun. Pilihan beras, bumbu, dan daging kambing dijaga secara ketat. Bumbu-bumbu yang digunakan terdiri dari rempah-rempah seperti kapulaga, kunyit, sereh, lada, dan beberapa jenis bumbu lain.

Selain menu nasi goreng, terdapat juga menu satai kambing, satai ayam, dan satai hati kambing. Harga seporsi nasi goreng kambing dipatok sebesar Rp 30.000. Sementara satai kambing Rp 55.000 per 10 tusuk dan Rp 27.000 per 10 tusuk. Untuk minuman seperti air mineral dan es teh seharga Rp 4.000.

Jam buka Nasi Goreng Kebon Sirih mulai dari pukul 17.00 WIB – pukul 02.00 WIB. Namun, jika akhir pekan warung nasi goreng ini tutup pukul 03.00 WIB. Nasi Goreng Kebon Sirih memiliki cabang di Jakarta Selatan yaitu Bulungan, Bintaro 9 Walk, dan Karang Tengah. Selain itu juga terdapat di Pamulang dan Bandung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Travel Update
Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Travel Update
Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X