Kompas.com - 26/05/2015, 10:27 WIB
Pantai Tanjung Aan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sekitar 75 kilometer dari Kota Mataram, sangat memesona. Pantai itu cocok bagi peselancar yang hendak belajar karena ombak tidak terlalu tinggi dengan laut dangkal. Waktu menyelam dan berselancar dapat dilakukan selepas tengah hari karena ombak mulai berayun hingga petang hari.
KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIAPantai Tanjung Aan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sekitar 75 kilometer dari Kota Mataram, sangat memesona. Pantai itu cocok bagi peselancar yang hendak belajar karena ombak tidak terlalu tinggi dengan laut dangkal. Waktu menyelam dan berselancar dapat dilakukan selepas tengah hari karena ombak mulai berayun hingga petang hari.
EditorI Made Asdhiana
BEGITU tiba di Tanjung Aan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, empat turis asing asal Australia langsung siap-siap hendak berselancar. Biru air laut membuat hati mereka tak tenang untuk segera menari-nari di atas papan selancar. Meski ombak mulai meliuk-liuk selepas tengah hari hingga petang menjelang.

Pantai Tanjung Aan memang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, dengan garis pantai sepanjang dua kilometer. Pantai ini benar-benar menakjubkan karena bisa memandang laut lepas dengan berbagai gradasi warna laut sesuai kedalamannya dari atas bukit setinggi 50 meter. Tekstur pasir di kawasan ini ada dua jenis, seperti mutiara sebesar merica agak coklat dan jenis lain halus putih.

Bagi yang ingin sekadar berenang dan snorkeling atau menyelam di permukaan laut, Tanjung Aan layak dicoba. Ombaknya tidak terlalu tinggi dan terputus-putus, serta kedalaman laut juga agak dangkal. Jangan khawatir jika tak membawa peralatan, karena semua sarana menyelam dan berenang sudah tersedia di lokasi dengan sistem sewa, termasuk pendamping sekaligus pelatih.

Menjelang sore saat permukaan air laut semakin naik adalah waktu yang tepat untuk berselancar. Panorama Tanjung Aan semakin dapat dinikmati dari beberapa bukit yang mengelilingi kawasan itu. Jika bosan, dapat bergeser ke bibir pantai menikmati desiran angin di beberapa gubuk beratap jerami sambil menikmati segarnya kelapa muda.

Jika ingin mencari sensasi lain selama berada di Tanjung Aan, pengunjung dapat menyewa perahu motor menuju batu payung, yang berada di tepi laut berbentuk payung. Wisatawan umumnya memilih untuk sering menghabiskan waktu sore hari dengan naik bukit, menyaksikan matahari terbenam yang sangat menakjubkan.

Berburu cacing laut

Tanjung Aan masuk kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang digagas sekitar tahun 1970, tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan. Jarak dari Kota Mataram ke pantai ini sekitar 75 kilometer ke selatan atau sekitar tiga kilometer dari Pantai Kuta Lombok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berhubung kawasan itu belum tersentuh pembangunan yang mahadahsyat, meskipun sudah menjadi kawasan ekonomi khusus, suasana menjelang sore relatif sepi. Bahkan, pada malam hari, penerangan jalan sangat minim sehingga menikmati kemolekan pantai dan deburan ombak berakhir hingga sore hari.

Pada 2014, pemerintah menetapkan Mandalika Resort sebagai kawasan ekonomi khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Dalam ketentuan itu, investor menikmati insentif sebagai daya tarik investasi di Mandalika Resort yang memiliki areal seluas 1.175 hektar dan akan disulap menjadi kawasan wisata terintegrasi.

Tanjung Aan, dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum atau pribadi dengan jalur Mataram-Cakranegara-Kediri-Praya-Batunyale-Sengkol-Rambitan-Sade-Kuta. Turis asing umumnya memilih menyewa sepeda motor sambil membawa papan selancar dengan tarif Rp 70.000 per 12 jam. Jika ingin menginap di kawasan Mandalika terdapat satu hotel berbintang. Sebelum atau sesudah Tanjung Aan, dapat mampir di desa wisata di Sade.

Adi (35), pengemudi biro perjalanan yang rutin membawa rombongan turis lokal dan asing ke Tanjung Aan, menyebutkan, kawasan itu ramai pada Februari. Penentuan hari ritual sesuai penanggalan Suku Sasak jatuh pada tanggal 20 di bulan ke-10. Daya tarik pada bulan itu, di daerah pantai digelar Ritual Bau Nyale, ritual Putri Mandalika, memilih melompat dari bukit ke laut untuk menghindari keinginan seorang pangeran yang hendak mempersunting dirinya.

Menurut legenda, sang putri tidak ingin ada pertempuran dalam proses pencarian calon permaisuri oleh sang pangeran. Ketika muncul di permukaan laut sosok putri cantik berubah menjadi nyale atau cacing laut.

Ketika ritual Bau Nyale berlangsung, warga biasanya melanjutkan dengan berburu cacing laut untuk menjadi bahan makanan beberapa menu lokal. Nyale muncul pada waktu tertentu di Pantai Tanjung Aan dan beberapa tempat lain di Indonesia, seperti Sumbawa, Lombok, dan Maluku. Nyale yang muncul di Lombok memiliki spesies dari Famili Eunicidaeyakni Eunice siciliensis, Eunice viridis, Licydice collaris, dan dari Famili Nereidae yaitu Dendronereides heteropoda.

Cacing jenis ini hidup di dasar air, laut seperti di lubang batu karang dan muncul di 16 titik di sepanjang pantai Tanjung Aan di Kabupaten Lombok Tengah dan diyakini mampu memberikan kesejahteraan melalui panen yang maksimal. Jika banyak cacing laut yang muncul dari laut, berarti pertanian penduduk setempat pasti sukses. Karena itu, sebagian hasil tangkapan ditabur di sawah, sisanya dijadikan lauk. (ETA/NMP)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Travel Update
Rute dan Aktivitas Wisata di Pantai Pasir Putih PIK 2

Rute dan Aktivitas Wisata di Pantai Pasir Putih PIK 2

Travel Tips
Sandiaga Bakal Sediakan Program Staycation untuk Tenaga Kesehatan di Seluruh Daerah

Sandiaga Bakal Sediakan Program Staycation untuk Tenaga Kesehatan di Seluruh Daerah

Travel Update
Dear Pemuda, Berani Coba 7 Aktivitas Ekstrem di Bali Berikut?

Dear Pemuda, Berani Coba 7 Aktivitas Ekstrem di Bali Berikut?

BrandzView
Perajin Anyaman di Desa Wisata Arborek Papua Barat Kehilangan Pembeli Akibat Pandemi

Perajin Anyaman di Desa Wisata Arborek Papua Barat Kehilangan Pembeli Akibat Pandemi

Travel Update
6 Tempat Wisata di Pantai Indah Kapuk, dari Pantai hingga Kuliner

6 Tempat Wisata di Pantai Indah Kapuk, dari Pantai hingga Kuliner

Jalan Jalan
4 Fasilitas Desa Wisata Saung Ciburial, Ada River Tubing

4 Fasilitas Desa Wisata Saung Ciburial, Ada River Tubing

Jalan Jalan
Promo DAMRI Khusus Hari Sumpah Pemuda, Ada Cashback Rp 28.000

Promo DAMRI Khusus Hari Sumpah Pemuda, Ada Cashback Rp 28.000

Travel Promo
Vegemite, Selai Kesukaan Orang Australia yang Rasanya 'Ajaib'

Vegemite, Selai Kesukaan Orang Australia yang Rasanya "Ajaib"

Jalan Jalan
5 Jenis Tari Topeng Cirebon yang Kian Langka

5 Jenis Tari Topeng Cirebon yang Kian Langka

Jalan Jalan
Masih Tren, Ini 6 Museum di Indonesia yang Bisa Dikunjungi secara Virtual

Masih Tren, Ini 6 Museum di Indonesia yang Bisa Dikunjungi secara Virtual

Travel Tips
Taman Mangrove Klawalu Sorong, Taman Wisata Mangrove Pertama di Papua

Taman Mangrove Klawalu Sorong, Taman Wisata Mangrove Pertama di Papua

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Mamuju Sulawesi Barat, Wisata Air Terjun Tamasapi

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Mamuju Sulawesi Barat, Wisata Air Terjun Tamasapi

Itinerary
Tawangmangu Jadi Destinasi Wisata Kesehatan di Indonesia

Tawangmangu Jadi Destinasi Wisata Kesehatan di Indonesia

Jalan Jalan
Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Saung Ciburial dari Terminal Garut

Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Saung Ciburial dari Terminal Garut

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.