Kompas.com - 27/05/2015, 09:02 WIB
Ratusan turis turun dari kapal pesiar MS Rotterdam yang sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (19/2/2015). KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANRatusan turis turun dari kapal pesiar MS Rotterdam yang sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (19/2/2015).
EditorI Made Asdhiana
Oleh: Laksana Agung Saputra dan Reny Sri Ayu Taslim

MAKASSAR, KOMPAS — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengharapkan sektor pariwisata memberikan sumbangan devisa yang lebih besar kepada negara. Di tengah anjloknya harga dan volume ekspor, potensi pariwisata yang besar mesti menjadi harapan.

"Pariwisata harus jadi sektor unggulan untuk menjadi salah satu penyumbang devisa negara," kata Indroyono dalam pidatonya pada acara seminar nasional pariwisata bertema "Pengembangan Daya Tarik Pariwisata Bahari", di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (26/5/2015).

Menurut Indroyono, di luar sektor minyak dan gas bumi, pariwisata adalah penyumbang devisa negara terbesar keempat. Di atasnya adalah kelapa sawit, batubara, dan karet alam.

Di tengah situasi ketika tiga komoditas itu lesu, Indroyono berharap pariwisata bisa memainkan peran yang lebih besar dalam mendatangkan devisa negara sekaligus menyumbang produk domestik bruto.

Di samping itu, pariwisata adalah industri yang uangnya langsung beredar di masyarakat. "100 persen juga kandungan lokal," kata Indroyono.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis bahwa sektor pariwisata bisa naik kelas menggantikan sektor migas sebagai penyumbang devisa terbesar. Ini hanya bisa terjadi manakala pariwisata digarap dengan benar mulai dari hulu sampai hilir oleh seluruh pemangku kepentingan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah sendiri, menurut Arief, telah menetapkan pariwisata sebagai satu dari lima sektor prioritas. Adapun empat sektor lainnya adalah maritim, infrastruktur, energi, dan pertanian.

Komitmen itu terwujud dalam politik anggaran. Pada 2015, anggaran promosi wisata dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah Rp 300 miliar. Tahun 2015, alokasinya naik jadi Rp 1,3 triliun. Tahun 2016, pagu indikatifnya Rp 3,6 triliun.

Mulai Juli, menurut Arif, promosi melalui media global sudah akan diluncurkan. Di antaranya adalah Discovery, CNN, CCTV, Google, Youtube, dan TripAdvisor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.