Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/05/2015, 07:50 WIB
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Setidaknya 30 komunitas berbagai bidang Yogyakarta akan mengadakan pertemuan di Taman Breksi, Situs Geoheritage Candi Ijo, Prambanan, Kabupaten Sleman pada 30-31 Mei 2015 untuk menyatukan tekad mengembangkan pariwisata di daerahnya.

"Para komunitas ini sepakat mewujudkan 'Jogja Gumregah'. Mereka juga saling mendukung, saling tukar informasi serta sepakat untuk kerja sama mengembangkan pariwisata DIY," kata Ketua Panitia Penyelenggara, Aria Nugrahadi di Yogyakarta, Rabu (27/5/2015).

Menurut dia, komunitas-komunitas tersebut juga akan menyatu dengan Pramuka DIY. "Ke-30 komunitas tersebut di antaranya Komunitas Gerobak Sapi Makarti Roso Manunggal, Komunitas Sepeda Onthel, Komunitas Fotografi, Komunitas Susur Goa, Komunitas Jelajah Gunung," katanya.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Paralayang di Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yoyakarta.
Kemudian komunitas atraksi memasak "Slow Food" Yogyakarta, Komunitas Panjat Tebing Indonesia, Komunitas Pemandu Wisata Minat Khusus. "Ada juga Komunitas Paralayang, Komunitas Olah raga Air, Komunitas Blogger, Komunitas Sepeda Gunung dan Komunitas Sepeda Lipat," katanya.

Aria mengatakan, berbagai atraksi akan ditampilkan pada pertemuan 30 komunitas tersebut selama dua hari.

"Namun yang lebih penting lagi, pada pertemuan tersebut, adalah kesepakatan bersama dari seluruh komunitas tersebut untuk mengembangkan dan menggali potensi pariwisata di DIY sekaligus menawarkan tujuan pariwisata alternatif," kata Aria yang juga Kepala Bidang Destinasi, Dinas Pariwisata DIY tersebut.

Menurut Aria, apa yang dilakukan 30 komunitas tersebut sesuai dengan visi rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) DIY 2005-2025 yang mengamanatkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara pada 2025 dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Mengambang di atas ban, menyusuri Goa Pindul.
Para komunitas ini juga akan melakukan Deklarasi Sinergitas Lintas Komunitas sekaligu meluncurkan Website www.visitingjogja.com. "Deklarasi ini akan disaksikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang sekaligus meresmikan 'amphitheater' Taman Breksi dengan nama panggung terbuka 'Tlatar Seneng'," katanya.

Aria memaparkan, alasan dipilih Taman Tebing Breksi yang berlokasi di wilayah Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman karena secara geologis, daerah ini merupakan formasi batuan yang terbentuk oleh endapan vulkanik Gunung Api Purba.

"Pada saat ini, berlangsung proses penambangan yang dilakukan oleh masyarakat dan mengancam keberadaan warisan geologi tersebut. Proses penambangan batu breksi, sebutan untuk endapan vulkanik purba tersebut telah berlangsung sejak 25 tahun silam, menyisakan tanah lapang (Lapangan Selorejo) dan perbukitan dengan tebing yang terjal," katanya.

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Geologi RI Nomor 1157.K/40/BGL/2014, termasuk dalam salah satu kawasan cagar alam geologi yang perlu untuk untuk dilestarikan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Taman Tebing Breksi, berjarak 800 meter di sebelah timur lokasi Candi Ijo yang merupakan candi tertinggi di DIY. Di sekitar kawasan tersebut, terdapat kompleks Candi Barong, Candi Banyunibo, Candi Sojiwan, Candi Boko dan Candi Prambanan. Dengan ketinggian 310 meter dari permukaan laut, keberadaan Taman Tebing Breksi mempunyai keunggulan visual dengan panorama pegunungan dan lembah di sekitarnya.

"Daya tarik kawasan ini terutama pada saat sore hari ketika matahari tenggelam (sunset). Dari aspek lokasi, Taman Tebing Breksi sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata baru dan bumi perkemahan Pramuka," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Obelix Village, Wisata Baru di Sleman dengan Banyak Spot Foto Instagramable

Obelix Village, Wisata Baru di Sleman dengan Banyak Spot Foto Instagramable

Jalan Jalan
3 Penginapan Dekat Resto Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul, Dekat Pantai

3 Penginapan Dekat Resto Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul, Dekat Pantai

Jalan Jalan
4 Tips Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Pilih Waktu yang Tepat

4 Tips Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Pilih Waktu yang Tepat

Travel Tips
Panduan Wisata ke Restoran Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul

Panduan Wisata ke Restoran Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul

Travel Tips
Bulan Larangan, Kawasan Badui Dalam Tertutup untuk Wisatawan

Bulan Larangan, Kawasan Badui Dalam Tertutup untuk Wisatawan

Travel Update
Imlek 2023, Tingkat Hunian Hotel di Kalimantan Barat Naik 85 Persen

Imlek 2023, Tingkat Hunian Hotel di Kalimantan Barat Naik 85 Persen

Travel Update
8 Hotel Murah Dekat Keraton Surakarta, Cuma Rp 200.000-an Per MalamĀ 

8 Hotel Murah Dekat Keraton Surakarta, Cuma Rp 200.000-an Per MalamĀ 

Jalan Jalan
Semesta's Gallery di Jakarta Selatan: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Rute

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Rute

Travel Tips
Pengalaman Menjajal Skywalk Kebayoran Lama, Tidak Sampai 10 Menit

Pengalaman Menjajal Skywalk Kebayoran Lama, Tidak Sampai 10 Menit

Travel Update
5 Ide Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Depan Jendela Besar

5 Ide Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Depan Jendela Besar

Travel Tips
Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang Gelar Wayang Potehi Setiap Hari

Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang Gelar Wayang Potehi Setiap Hari

Travel Update
Art Jakarta Gardens 2023 Akan Digelar mulai 7 Februari

Art Jakarta Gardens 2023 Akan Digelar mulai 7 Februari

Travel Update
Syarat WNA Masuk Indonesia, Bisa Ajukan Lewat Molina

Syarat WNA Masuk Indonesia, Bisa Ajukan Lewat Molina

Travel Update
3 Situs Masuk Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO

3 Situs Masuk Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO

Travel Update
Jadi Lokasi Syuting The Last of Us, Ini 5 Pesona Taman Nasional Danau Waterton

Jadi Lokasi Syuting The Last of Us, Ini 5 Pesona Taman Nasional Danau Waterton

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+