Kompas.com - 28/05/2015, 17:53 WIB
Peserta Musi Triboatton 2013 menyusuri Musi dengan perahu tradisional jukung dari Muara Beliti di Kabupaten Musi Rawas hingga Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Lebih dari 100 peserta Musi Triboatton yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyusuri Sungai Musi sepanjang 500 kilometer dengan menggunakan berbagai moda transportasi sungai. KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUMPeserta Musi Triboatton 2013 menyusuri Musi dengan perahu tradisional jukung dari Muara Beliti di Kabupaten Musi Rawas hingga Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Lebih dari 100 peserta Musi Triboatton yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyusuri Sungai Musi sepanjang 500 kilometer dengan menggunakan berbagai moda transportasi sungai.
EditorI Made Asdhiana
PALEMBANG, KOMPAS.com - Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Singapura, Sulaiman Shehdek mengatakan Pemerintah Kota Palembang harus menyasar wisatawan Singapura karena sebanyak 1,5 juta wisatawan SIngapura mengunjungi Indonesia pada 2014 dengan pertumbuhan per tahun mencapai 15,34 persen.

"Pemkot harus memanfaatkan peluang ini karena Palembang masih menjadi kota ketiga (kota terdekat) setelah Bali, Jakarta, dan Kepri yang menjadi kota utama. Sangat sayang sekali jika dibiarkan begitu saja karena setiap tahun selalu tumbuh seiring dengan tingginya minat remaja yang berpenghasilan di Singapura untuk berpergian," kata Sulaiman di Palembang, Kamis (28/5/2015).

Menurut Sulaiman, sementara ini Indonesia menjadi negara tujuan kedua warga Singapura untuk berpergian setelah Malaysia yang mencatat 13,9 juta orang pada 2014, kemudian Thailand dengan 864 ribu orang pada peringkat ketiga.

Untuk itu, dibutuhkan strategi khusus untuk memenangkan persaingan ini mengingat Malaysia dan Thailand dikenal gencar dalam promosi. "Jadi harus diputuskan, kekuatan pariwisata Palembang ini ada di mana. Bisa saja, pemkot memunculkan istilah 'Venice of Indonesia' sebagai salah satu cara untuk menaikkan brand," kata Sulaiman dalam acara lokakarya "Pengembangan Pariwisata Palembang menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015" ini.

Terkait dengan kekuatan pariwisata ini, dia menilai, Sungai Musi yang berada di tengah kota dengan membelah sisi hilir dan hulu menjadi kekuatan pariwisata Palembang.

KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM Kompleks Kelenteng dan Pagoda Hok Cing Bio di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/1/2014), dilihat dari Sungai Musi. Pulau di tengah Sungai Musi ini menjadi tujuan ratusan ribu orang dari sejumlah daerah setiap perayaan Cap Go Meh atau bulan purnama pertama setelah Imlek.
"Wisata sungai belum banyak di Indonesia, dan saya melihat di sinilah kekuatan Palembang, bahkan bisa bersaing dengan negara-negara lain di Asia yang relatif sudah dikenal akan sungainya yakni Thailand. Tinggal bagaimana pemkot menggalang semua pihak untuk mempromosikannya," katanya.

Sulaiman memaparkan, untuk mempromosikan Palembang, pemkot dapat menggaet asosisasi biro perjalanan dan hotel, hingga membentuk badan khusus untuk promosi daerah seperti Bali dan Yogyakarta.

"Promosi ini adalah bagian paling penting dan tidak bisa disepelekan dalam pariwisata. Bagaimana orang mau datang jika tidak tahu? Jadi harus benar-benar digarap, baru kemudian berbicara produk," ujarnya.

Jika beragam tahapan ini dilakukan dengan optimal, Sulaiman optimistis Kota Palembang bakal menjadi kota tujuan utama warga Singapura pada masa mendatang.

"Rute penerbangan langsung Palembang-Singapura yang terjadwal ada setiap hari. Secara historis juga cukup dekat karena ada budaya Tiongkok mengingat 74 persen warga Singapura merupakan keturunan Tiongkok," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.