Kompas.com - 30/05/2015, 19:21 WIB
Tarian mengantar padi hasil panen ke lumbung penyimpanan padi dalam upacara 'Naik Dango' di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Upacara 'Naik Dango' merupakan tradisi yang digelar masyarakat Dayak Kanayatn sebagai ungkapan syukur kepada 'Jubata' (Tuhan) karena telah memberi panen melimpah. KOMPAS/EMANUEL EDI SAPUTRATarian mengantar padi hasil panen ke lumbung penyimpanan padi dalam upacara 'Naik Dango' di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Upacara 'Naik Dango' merupakan tradisi yang digelar masyarakat Dayak Kanayatn sebagai ungkapan syukur kepada 'Jubata' (Tuhan) karena telah memberi panen melimpah.
EditorI Made Asdhiana
PADI memberi penghidupan bagi manusia, termasuk bagi masyarakat Dayak, khususnya warga Dayak Kanayatn. Oleh karena itu, mulai dari menanam, memanen, hingga menyimpan padi diatur sedemikian rupa menggunakan ritual adat yang disebut Naik Dango. Padi dipercaya memiliki semangat atau roh. Ritual itu juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Nek Jubata (Sang Pencipta) atas hasil panen.

Di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu, ratusan warga Dayak Kanayatn berkumpul di halaman rumah panjang, rumah adat khas suku Dayak, yang disebut oleh masyarakat setempat sebagai Rumah Radakng Aya' Landak. Sebanyak 27 perwakilan dari Kabupaten Landak, Mempawah, dan Kubu Raya, menggunakan pakaian khas Dayak. Ikat kepala dihiasi bulu burung ruai, penari juga menggunakan senjata khas Dayak, mandau sebagai salah satu atribut tarian.

Sejumlah penari yang terdiri dari empat hingga tujuh orang laki-laki dan perempuan mulai meliuk-liukkan tubuh, menarikan tarian Nimang Padi sembari menebarkan senyum. Padi begitu penting dalam kehidupan sebagai sumber makanan, sehingga diperlakukan selayaknya manusia yang ditimang dan disayang dengan iringan alunan nyanyian serta peralatan musik tradisional.

Penari itu mengantarkan padi hasil panen yang masih bertangkai ke lumbung, yang disebut oleh masyarakat setempat sebagai dango. Rangkaian prosesi itu disebut ngantat tangkeatn ka' dango padi. Setelah tiba di dalam lumbung padi, dilanjutkan dengan ritual inti, yakni nyangahatn atau memanjatkan doa dengan mantra.

Nyangahatn dibacakan oleh seorang Panyangahatn (orang yang memanjatkan doa). Doa yang dipanjatkan berupa syukur atas rezeki dan memanggil semangat atau roh padi agar berkumpul dalam dango serta memohon izin menggunakan padi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setelah selesai nyangahatn, di bawah terik sinar mentari, satu per satu perwakilan dari masing-masing daerah yang terdiri dari empat sampai tujuh orang laki-laki dan perempuan, secara bergantian menari mengantarkan sumbangan atau sesajian dari halaman Rumah Radakng Aya' menuju dango. Mereka menari sambil membawa, antara lain hasil panen padi dan juga daging mentah, serta nasi ketan yang dimasak dalam bambu.

Hasil panen itu dibawa dalam sebuah tempat khusus, ada yang berbentuk kotak, dan ada pula yang berbentuk perahu naga yang dihias khusus dengan ukiran. Tempat itu dibawa sembari menari menuju dango. Rangkaian itu dinamakan Ngantat Panompo'.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sarana interaksi

Menurut Vinsentius Syaidina Lungkar, Temanggong Binua Landak, dalam tradisi yang murni, Naik Dango sebagai sarana interaksi masyarakat Dayak Kanayatn dalam kehidupan masyarakat pada suatu wilayah yang disebut kampong. Naik Dango bisa dilaksanakan bila panen sudah selesai.    

Menurut mitologi Dayak Kanayatn, jika belum semua masyarakat panen, tetapi sudah melaksanakan Naik Dango, diyakini memanggil semangat atau roh padi yang dimiliki salah satu warga yang belum panen. "Hal itu membuat sial dan diyakini hasil panen pada tahun berikutnya bisa berkurang. Kalaupun bisa panen, padi yang ada di dango akan cepat habis," tutur Syaidina.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Travel Update
Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Travel Update
Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Travel Tips
5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

Travel Tips
Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Travel Update
4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

Travel Tips
Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Travel Update
Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Travel Update
Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Travel Update
6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

Travel Tips
Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.