Kompas.com - 03/06/2015, 06:03 WIB
Peserta Kompas.com/Dian MaharaniPeserta "Jelajah Sepeda Kompas - Papua" disambut komunitas Jayapura Cycling Club saat tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (2/6/2015).
Penulis Wisnubrata
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
SENTANI, KOMPAS.com - Kegembiraan menghilangkan kekhawatiran. Itulah yang terjadi saat para pesepeda peserta "Jelajah Sepeda Kompas - Papua" bertemu. Sejak perjumpaan di bandara Soekarno Hatta Cengkareng, rasa persaudaraan antar pesepeda sudah tampak. Setiap orang yang datang disambut uluran tangan , sapaan dan pelukan.

Semakin banyak peserta yang datang, suasana makin ramai dan hangat. Berulang kali para peserta selfie bersama, disertai teriakan-teriakan gembira. Keceriaan itu bahkan berlanjut hingga masuk pesawat pada pukul 23.00 Senin malam (1/6/2015). Semua orang sepertinya lupa soal malaria yang selama ini menjadi topik hangat dalam grup WhatsApp.

Setelah terbang sekitar 5 jam, rombongan peserta jelajah sampai di bandara udara Sentani, Selasa pagi. Ternyata di luar bandara, peserta jelajah disambut oleh "Jayapura Cycling Club" (JCC), kelompok pesepeda setempat. Puluhan orang termasuk anggota yg masih anak-anak menyambut dengan jersey kebesaran klub. Dua belas anggota JCC bahkan menyertai peserta "Jelajah Sepeda Kompas" menuju kota Sarmi untuk ikut gowes besok pagi.

Dari Bandara Sentani rombongan bergerak menggunakan tiga bus dan beberapa mobil serta truk menuju Sarmi. Dalam perjalanan para peserta bisa melihat jalanan yang akan dilalui bersepeda dua hari ke depan, yakni Rabu dan Kamis.

Saat melihat jalanan yang naik turun, para pesepeda berseloroh, "Horeeee jalannya datar.. ", atau saat melewati tanjakan, berseru, " Horeee ada turunan.."

Segera terbayang, etape kedua yang menempuh jarak sekitar 145 kilometer dari Bonggo menuju Sentani akan ditutup dengan jalanan berkelok-kelok yang penuh tanjakan.

Namun tantangan jalur itu sepertinya tidK terlalu meresahkan para peserta. Kehebohan justru muncul saat seekor nyamuk ketahuan memasuki bus yang kami tumpangi. Kehebohan ini tentu saja bukan sesuatu yang serius, melainkan candaan belaka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam perjalanan menuju Sarmi, kami juga menjumpai puluhan jembatan yang rusak dan digantikan papan papan kayu yang disusun untuk melintas kendaraan. Selain itu ada pula belasan kilometer jalan yang rusak, nyaris berupa hamparan pasir dan kerikil.

Namun semua itu tetap tidak menghilangkan keceriaan para peserta. Bahkan bus yang AC-nya mati bahkan mogok di jalan pun tidak menghilangkan senyum kami.

Sorenya, meski terpisah- pisah karena salah satu bus tidak bisa melanjutkan perjalanan, namun semua anggota rombongan selamat tiba di Sarmi. Hal pertama yang dilakukan adalah merangkai sepeda yang akan dipakai esok pagi. Selanjutnya para peserta makan malam bersama dan diminta segera istirahat karena besok pagi adalah hari bersepeda.

Jelajah Sepeda Papua menempuh jarak sekitar 513 kilometer dan dibagi menjadi lima etape dengan waktu lima hari. Berangkat dari Sarmi, pesepeda akan menuju Bonggo pada etape pertama. Di Bonggo para peserta akan bermalam di tenda. Dilanjutkan keesokan harinya, pada etape kedua, peserta gowes dari Bonggo menuju Sentani yang berjarak 147 kilometer.

Etape ketiga menempuh jarak 85 kilometer dari Sentani ke Jayapura, sekaligus berkeliling di kota Jayapura. Etape selanjutnya adalah Jayapura-Merauke-Sota. Pada etape ini pesepeda terbang ke Merauke, lalu dilanjutkan menempuh jarak 80 kilometer ke Sota, wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Pada etape kelima, setelah menginap di tenda, para pesepeda akan menempuh jarak 90 kilometer dari Sota menuju kota Merauke, melewati Taman Nasional Wasur. Jelajah Sepeda Papua akan diakhiri di titik finish Lapangan Mandala Merauke.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

Travel Tips
PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

Travel Update
Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Travel Tips
Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Travel Update
Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Travel Tips
12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.