Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/06/2015, 19:41 WIB
EditorI Made Asdhiana
SUNGAI Singapura memiliki andil terpenting dalam perkembangan Negeri Singa. Di sisi sungai sepanjang 3,2 kilometer itu, dimulailah kisah sebuah perkampungan nelayan pada abad pertengahan yang menjelma menjadi salah satu pusat perniagaan dunia pada era modern.

Pembangunan Singapura modern diawali dari sebuah perjalanan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Sir Thomas Stamford Raffles pada Januari 1819. Memasuki wilayah Singapura melalui mulut sungai tersebut, Raffles menganggap wilayah tersebut strategis sehingga ia memutuskan membangun pulau yang mayoritas wilayahnya saat itu masih berupa rawa menjadi sebuah pusat pelabuhan bebas.

Raffles memulai seluruh pembangunan Singapura sebagai pusat niaga dari sisi sungai tersebut. Pada tahun kedatangannya, ia membangun gedung pemerintahan di sisi utara sungai. Sekitar empat tahun berselang, di sisi sungai tersebut dibangun Boat Quay yang menjadi kantor, gudang, dan dermaga bagi para pelaut dari sejumlah wilayah, seperti Tiongkok, India, Melayu, hingga Bugis yang berdagang di Singapura. Boat Quay adalah pusat perdagangan pertama di Singapura.

Napas pembangunan Singapura melalui tepi sungai tetap dipertahankan ketika negara itu merdeka pada 1965. Selain melestarikan berbagai dermaga di tepi sungai, seperti Boat Quay, Clarke Quay, dan Robertson Quay, Pemerintah Singapura juga menjadikan sungai sebagai ajang mempertontonkan kedigdayaan ekonomi mereka. Hal itu bisa disaksikan dengan kehadiran puluhan gedung pencakar langit dan tentunya Marina Bay Sands yang melatari pemandangan sungai.

Pada pertengahan Mei lalu, Kompas menelusuri Sungai Singapura menggunakan bumboat atau perahu kayu. Perjalanan dibagi dalam empat kategori wilayah, yaitu Robertson Quay, Clarke Quay, Boat Quay, dan Marina Bay. Di tiga wilayah pertama disajikan pemandangan pusat perdagangan masa lalu berupa rumah toko (ruko) bergaya arsitektur lawas khas Eropa abad ke-20, tetapi telah dipugar kembali dengan dinding berwarna-warni.

Tak hanya itu, sejumlah gedung peninggalan kolonial Inggris juga masih berdiri kokoh. Beberapa di antaranya adalah Victoria Theater yang dibangun tahun 1862, Museum Peradaban Asia yang berfungsi sebagai gedung pengadilan pada 1865, dan Katedral Saint Andrew yang dibangun pada 1855.

KOMPAS/MUHAMMAD IKHSAN MAHAR Sungai di Singapura.
Kesan klasik pun tercipta dari kehadiran beberapa jembatan yang membelah sungai tersebut. Jembatan-jembatan itu dibangun ketika masa kolonial Inggris. Tak sulit mengetahui usia jembatan tersebut sebab nama dan tahun pembuatan tertulis di badan jembatan. Di antaranya ada Jembatan Coleman yang dibangun pada 1840, Jembatan Cavenagh yang dibangun pada 1869, dan Jembatan Ord yang dibangun pada 1886.

Untuk bernostalgia dengan kehidupan masyarakat Singapura tempo dulu, sejumlah patung diciptakan. Patung tersebut menjadi penanda betapa peran sungai bagi kehidupan sehari-hari warga Singapura pada masa lampau amat penting. Ada patung First Generation yang menggambarkan lima anak yang hendak berenang ke sungai, patung A Great Emporium yang menggambarkan aktivitas pedagang di sisi sungai, dan ada patung Makan Angin yang mendeskripsikan kebiasaan keluarga di Singapura menghabiskan sore hari menikmati deburan angin sungai. Semua patung itu mengenang kejadian pada masa lalu yang mustahil ditemui pada masa kini.

Memasuki sisi selatan sungai, pemandangan Singapura modern mendominasi. Apabila sebelumnya cukup terlena dengan kawasan dan bangun bersejarah, pemandangan itu berganti dengan pemandangan puluhan gedung pencakar langit setinggi ratusan meter yang menjadi simbol imperium ekonomi Negeri Singa.

Selain itu, ada pula bangunan simbolik Singapura yang menghiasi sisi sungai. Sebut saja patung ikonik Merlion, gedung pertunjukan berbentuk durian Esplanade, bangunan berbentuk tulip yang tak lain ArtScience Museum, Jembatan Helix yang menyerupai bentuk DNA, serta yang paling monumental Marina Bay Sands.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Jalan Jalan
Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Jalan Jalan
Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Travel Update
Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Travel Update
5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

Jalan Jalan
ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

Travel Update
Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Travel Update
Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Jalan Jalan
6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

Travel Tips
Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

Jalan Jalan
Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Travel Update
6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

Jalan Jalan
6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

Travel Update
Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+