Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/06/2015, 11:25 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Festival Danau Sentani (FDS) 2015 yang akan digelar di Khalkote, Sentani Timur, Jayapura, 19-23 Juni 2015 dimeriahkan oleh beragam acara yang dibalut kebudayaan tradisional. Selain itu, adanya beragam perlombaan menjadi salah satu pembeda FDS 2015 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini ada lomba-lomba, nanti kalau responnya baik akan dilanjutkan, kita lihat," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Chris K. Tokoro, di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Beragam jenis perlombaan yang akan dilaksanakan antara lain lomba bidang kesenian seperti lomba yosim pancar, lomba suling tambur, lomba sosio drama, lomba folk song, lomba tari balada cendrawasih imitasi, lomba cipta cenderamata, dan lomba seni anak. Selain itu, digelar juga aneka lomba olahraga dalam FDS tahun ini.

Ada juga salah satu tradisi unik yang juga dilombakan adalah lomba merokok sambil menyelam. Diakui Bupati Jayapura, Matius Awoitauw, ibu-ibu yang tinggal di kampung sekitaran Danau Sentani memiliki kebiasaan merokok sebelum menyelam. Kebiasaan tersebut bahkan sulit dilepaskan hingga rokok-rokok tersebut ikut dibawa menyelam mencari ikan.

"Rokoknya (sisi yang dibakar) di balik ke dalam. Itu menjadi sesuatu yang biasa, bukan sesuatu yg membahayakan," kata Matius.

Selain merokok sambil menyelam, ada salah satu acara lagi yang menarik, yakni Gema Tifa Kolosal. Tifa merupakan alat musik tradisional Ondofolo atau tetua adat. Nantinya akan ada sebuah ritual yang dinamakan "Turun Tifa" untuk meminta permohonan izin kepada para Ondofolo untuk menggunakan alat musik Tifa yang akan dibunyikan dan digunakan dalam festival dan ritual adat.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Lukisan kayu kulit di Pulau Asei, Danau Sentani, Jayapura.
FDS 2015 juga akan memecahkan rekor Muri dengan menebar benih nila 1 juta ekor, kerja bakti massal 10.000 orang, pembersihan Danau Sentani (Save Sentani Lake), dan bursa batu cyclops.

Beragamnya acara yang digelar dalam FDS 2015 diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara khususnya di bidang pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan selama festival berlangsung sebelumnya, perputaran uang pada FDS 2013 mencapai Rp 3,5 miliar dan naik hingga Rp 4,5 miliar pada FDS 2014. "Kalau festival dilaksanakan, maka perekonomian masyarakat akan berjalan," kata Arief.

Mendukung pernyataan Arief, Chris mengakui adanya peningkatan pendapatan di masyarakat. Hal itu disebabkan adanya kegiatan penjualan selama festival berlangsung. "Ada jualan pas festival itu, jualan kerajinan topi dari kulit kayu, cenderamata kulit kayu," tutup Chris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+