Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/06/2015, 10:16 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Hammock atau tempat tidur gantung yang diikatkan ke pohon merupakan salah satu cara untuk bersantai di kala liburan. Dengan bahan kain yang tipis dan ringan, memudahkan para wisatawan untuk membawa dan memasukkannya ke dalam tas. Selain itu, tidak sulit untuk menemukan pohon atau tempat yang dapat dijadikan tambatan hammock.

Warna yang cerah dan variasi ukuran hammock serta ringan, menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk memiliki salah satu perlengkapan kemah ini. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan oleh hammock, faktor kenyamanan dan keselamatan menjadi hal yang utama.

Alex Egas, pria kelahiran Belanda yang telah bergelut di dunia hammock selama 32 tahun memaparkan tips dalam memilih hammock. Berikut tips sebelum memilih hammock dari pria yang menjadi konsultan di produk "Ticket to the Moon".

Memudahkan pertukaran udara

Salah satu kegunaan hammock adalah dapat digunakan untuk tidur. Pemilihan bahan yang digunakan oleh hammock sangat menentukan kenyamanan saat digunakan untuk tidur. Alex mengatakan bahwa bahan yang paling nyaman untuk digunakan adalah bahan yang memudahkan pertukaran udara. Bahan yang tidak memudahkan pertukaran udara akan menyebabkan badan berkeringat dan kemudian dapat menyebabkan bau dan gatal-gatal.

Alex merekomendasikan bahan yang nyaman digunakan adalah parasut silk. Ia mengungkapkan bahan ini dapat ditemukan di Indonesia. Secara kekuatan bahan ini menurutnya tidak perlu diragukan karena sering digunakan untuk olahraga parasut.

Cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui bahan yang memudahkan untuk pertukaran udara adalah dengan menempelkan bahan ke hidung dan mulut hingga menutupi wajah. Lalu tekan dan hirup napas. Jika kesulitan bernapas, berarti bahan itu tidak dapat memungkinkan untuk pertukaran udara.

Jahitan

Setelah dipasang di dua pohon dan telah terbentang, hammock akan digunakan untuk tidur maupun duduk. Jahitan di hammock merupakan salah satu titik kelemahan yang harus diketahui para penggunannya. Menurut Alex, kerusakan bahan hammock disebabkan oleh benang yang tidak sesuai dan proses penjahitan yang tidak sesuai dengan bahan.

Alex sang hammocker menyarankan untuk meraba dengan tangan guna merasakan jahitan hammock. Cara mengetahui jahitan yang baik adalah dengan merasakan tekstur. Jika tekstur terasa tajam, menurut Alex, jahitan itu kurang baik. Selain itu, jahitan yang direkomendasikan untuk hammock adalah sebanyak tiga lapis.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Negara Anggota ASEAN, Berikut Daftar Lengkapnya

11 Negara Anggota ASEAN, Berikut Daftar Lengkapnya

Jalan Jalan
Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Jalan Jalan
Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Jalan Jalan
Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Travel Update
Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Jalan Jalan
Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Travel Update
Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

Travel Update
Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Travel Update
Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Travel Update
Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Jalan Jalan
15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

Travel Tips
Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Travel Update
Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+