Kompas.com - 12/06/2015, 11:08 WIB
EditorI Made Asdhiana
NUSA DUA, KOMPAS.com - Kabupaten Maluku Tenggara di Provinsi Maluku ternyata memiliki sejarah panjang berhubungan erat dengan Bali. Untuk mencapai kabupaten dengan ibu kota Langgur ini, wisatawan dapat menggunakan pesawat dari Bandara Pattimura Ambon dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Melihat kedekatan yang begitu erat dengan Bali, pariwisata Maluku Tenggara bersiap-siap menggarap promosi bersama dengan Provinsi Bali. Oleh karena itu dibentuklah Tim Percepatan Pembangunan Industri Pariwista Maluku Tenggara yang diketuai oleh Alexander J Wiyono.

Mengapa Bali? "Karena dahulu kala Ken Dedes dan Ken Arok dengan anaknya dipercaya melarikan diri dari Tumapel ke Kepulauan Kei dan mereka membuat tatanan hukum adat di sana," kata Andy Eric Manuhutu, Konsultan Percepatan Pariwisata Maluku Tenggara saat dijumpai di ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kamis (11/6/2015).

ARSIP KEI ISLANDS Pantai Ngurbloat, pantai dengan hamparan pasir putih terhalus di dunia di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.
Menurut Andy, tatanan adat itu bernama "Larvul Ngabal" artinya "darah merah tongkat bali". Larvur Ngabal berisi aturan-aturan penting bagi masyarakat Kei. "Larvul artinya darah merah, menandai penyembelihan korban yang memiliki kekuatan sakral. Ngabal diartikan sebagai tombak dari Bali yang digunakan sebagai perisai diri. Kebanyakan orang Kei yakin leluhur mereka berasal dari Bali," papar Andy.

Di Kepulauan Kei, lanjut Andy, ada Pura yang didirikan oleh "Soa Bali" atau komunitas Bali di sana. Pemkab Maluku Tenggara beberapa waktu lalu mengundang tokoh agama Hindu dari Bali untuk mengajarkan kembali para "Soa Bali" sesuai ajaran agama Hindu.

Andy memaparkan, banyak tempat wisata menarik di Maluku Tenggara. "Kami punya Pantai Ngurbloat, pantai dengan hamparan pasir putih terhalus di dunia. 'Ngurbloat' dalam bahasa Kei berarti 'pasir panjang'. Lokasinya 17 kilometer dari Kota Langgur. Panjang pantainya sekitar 3 kilometer. Cocok untuk berjemur dan berenang," tutur Andy.

Selain itu, wisatawan juga bisa mendatangi Pantai Ngur Tavur. "Wisatawan bisa berjalan pada hamparan pasir sepanjang 2 kilometer saat air laut surut. Para pelancong juga akan menjumpai burung pelikan dari Australia yang bermigrasi ke sana," sambung Andy.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Dari kiri ke kanan: Andy Eric Manuhutu, Konsultan Percepatan Pariwisata Maluku Tenggara; Meentje Simatauw; dan Alexander J Wiyono dari Badan Promosi Pariwisata Maluku di acara Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/6/2015).
Tak kalah seru, lanjut Andy, pariwisata Maluku Tenggara memiliki "Tabob" atau penyu belimbing. Tabob bermigrasi ke Kepulauan Kei pada Februari hingga Oktober karena pada bulan itu banyak makanan berupa ubur-ubur di perairan Maluku Tenggara. "Berat tabob bisa mencapai 600 kilogram. Tempat makannya di Kei, kemudian bertelur di Papua," katanya.

Pariwisata Maluku Tenggara ibarat surga yang masih tersembunyi. "Kami baru mulai membangun pariwisata. Keindahan pariwisata Maluku Tenggara belum diketahui wisatawan karena kami belum pernah berpromosi. Makanya kami ikut terlibat di BBTF 2015 ini," ujar Andy.

Mulai gencarnya Kabupaten Maluku Tenggara mempromosikan pariwisatanya tak terlepas dari inisiatif Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun. Sebagai daerah budidaya mutiara dan kaya hasil laut, Maluku Tenggara sampai saat ini diterbangi oleh 3 maskapai yakni Garuda Indonesia, Wings Air dan Trigana yang melayani penerbangan Ambon-Langgur setiap hari.

ARSIP KEI ISLANDS Burung Pelikan di Pantai Pantai Ngur Tavur, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.
Landasan pacu di Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur, menurut Alex, saat ini baru bisa didarati pesawat jenis ATR. Ke depan, panjang landasan akan ditambah sehingga mampu didarati pesawat jenis Boeing sehingga mampu menerbangkan wisatawan langsung dari Bali ke Maluku Tenggara.

Saat ini sarana akomodasi di Maluku Tenggara masih berupa cottage-cottage sederhana. Untuk mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan ke Maluku Tenggara, Bupati Anderias Rentanubun mengeluarkan dana kepada masyarakat untuk membangun homestay.

"Soal makanan tradisional, kami memiliki enbal. Ini semacam ubi kayu untuk pengganti nasi dan menjadi makanan pokok masyarakat Kei. Rendah gula dan dipercaya sebagai obat kanker. Sekarang enbal dibuat aneka rasa, ada rasa cokelat dan rasa keju," kata Meentje Simatauw, salah satu penjaga stan Kei Island di BBTF 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.