Kompas.com - 13/06/2015, 10:14 WIB
Istano Basa Pagaruyung, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013). Rumah tradisional bergaya khas Minangkabau ini digunakan sebagai tempat jamuan makan saat pelaksanaan Tour de Singkarak 2013. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOIstano Basa Pagaruyung, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (4/6/2013). Rumah tradisional bergaya khas Minangkabau ini digunakan sebagai tempat jamuan makan saat pelaksanaan Tour de Singkarak 2013.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki tahun ketujuh, Tour de Singkarak (TdS) menghadirkan suasana baru dalam TdS tahun ini. Meskipun masuk dalam event olahraga, namun TdS juga dimaksudkan untuk meningkatkan sektor pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat (Sumbar).

"Ini salah satu upaya sport tourism, menggabungkan sport, culture, and tourism," ujar penggagas Tour de Singkarak yang juga mantan Wakil Menteri Pariwisata, Sapta Nirwandar, Jumat (12/6/2015).

Terdapat beberapa hal baru dalam TdS 2015. Salah satunya adalah masuknya Mentawai dalam kabupaten/kota yang turut berpartisipasi dalam ajang balap sepeda tingkat internasional ini. Hanya saja Mentawai belum masuk dalam rute balap sepeda ini. Sebab, kondisi Mentawai sebagai wilayah kepulauan belum memungkinkan para sepeda untuk melintasi daerah ini.

Selain itu, TdS 2015 akan memulai rutenya melalui Pesisir Selatan. Hal ini merupakan hal baru sebab biasanya TdS dimulai dari Sumbar bagian utara. Tak hanya itu, beberapa destinasi baru juga masuk dalam TdS tahun ini.

"Bedanya tahun lalu itu utara, tahun ini selatan. Kita juga lewat destinasi baru, seperti Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok Selatan," lanjut Sapta.

TdS 2015 memilik garis start di Pesisir Selatan dan finis di Kota Padang pada hari kesembilan. Terdapat beberapa spot menarik dalam TdS ini.

"Ada Kelok 44 untuk menanjak, itu di Agam. Nanti di atas bisa lihat Danau Maninjau yang indah," kata Sapta.

Kemudian, lanjut Sapta, ada Kota Sawahlunto, yang dulunya merupakan kota tambang batubara dan kini berubah jadi kota wisata. Ada lagi Padang Panjang, kata Sapta, di sana para peserta akan disuguhi beragam kuliner khas Sumbar.

"Di sana sarapan paling enak sate Padang, yang kedua soto Padang. Ditutup bubur kampiun dan minumnya teh talua. Kalau bapak-bapak mau sehat minum teh telur," ujar Sapta sambil tertawa.

TdS 2015 memiliki 9 etape sepanjang 1300 kilometer. Ajang balap sepeda yang digelar pada 3-11 Oktober 2015 ini akan membawa para peserta balap sepeda dari seluruh penjuru dunia menjelajahi keindahan alam serta aneka kuliner dan juga budaya khas Sumbar. Sebanyak 25 tim akan turut serta dengan total hadiah mencapai Rp 1,4 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X