Kota Cirebon Menyimpan Keunikan dan Keindahan

Kompas.com - 13/06/2015, 15:27 WIB
BARRY KUSUMA Keraton Kasepuhan merupakan keraton tertua dan pertama di Cirebon. Keraton ini didirikan pada 1529 oleh Sunan Gunung Jati.
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Kota Cirebon sesungguhnya bukan kota persinggahan semata. Di kota yang dijuluki “Kota Udang” ini tersimpan keunikan serta keindahaan yang tersebar di sejumlah sudut kota. Kota ini pun makin menarik karena menggambarkan percampuran dua budaya, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah. Cirebon dikenal sebagai kota yang punya banyak keraton,
selain beragam kuliner tentunya.

Selama ini Cirebon lebih dikenal sebagai kota persinggahan semata bagi mereka yang hendak melintas dari timur ke barat Jawa atau sebaliknya, terlebih pada masa liburan Hari Raya Idul Fitri atau masa liburan sekolah.

Kota yang terletak di pesisir pantai utara Jawa ini pun menjadi salah satu kota tersibuk di tanah air, dalam melayani warga yang ingin mudik sekaligus berlibur dari Jakarta maupun kota lainnya.

BARRY KUSUMA Perjalanan ke Cirebon.
Kebetulan saat ini saya sedang road trip dari Jakarta menuju Cirebon. Saya pikir mumpung belum bulan puasa dan musim mudik. Jadinya destinasi yang selalu saya lewati saja ini saya niatkan untuk kunjungi.

Perjalanan menuju Cirebon bisa dilakukan dengan menggunakan mobil maupun kereta dari Jakarta. Kebetulan saya menggunakan New Terios dan perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon memakan waktu 4-5 jam perjalanan darat kalau santai. Sedangkan alternatif lain bisa menggunakan kereta api dari Gambir dan ketika sampai di Cirebon kita harus mencari penyewaan motor dan mobil.

Cirebon dikenal sebagai destinasi wisata religi dan tempat bersejarah. ada beberapa keraton yang bagus untuk dikunjungi. Inilah keraton-keraton yang ada di Cirebon.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan merupakan keraton tertua dan pertama di Cirebon. Keraton ini didirikan pada 1529 oleh Sunan Gunung Jati yang termasuk dalam Sembilan Walisongo, wali penyebar agama Islam di tanah Jawa.

BARRY KUSUMA Keraton Kasepuhan Cirebon.
Keraton Kasepuhan memiliki arsitektur yang unik. Meski sebagai kesultanan Islam, beberapa elemen bangunan di keraton ini dipengaruhi Hindu, misalnya pada bentuk gapura dan bangunan lainnya. Pengaruh Tiongkok juga tampak di keraton ini. Hal itu tampak pada ornamen di dinding keraton, yang menggunakan keramik dan beragam motif yang khas.

Salah satu koleksi penting di Keraton Kasepuhan adalah Kereta Singa Barong yang dahulu menjadi kendaraan kebanggaan kesultanan. Kini kereta tersebut memang tak lagi digunakan, tapi masih dianggap sakral. Kereta Singa Barong dimunculkan ke hadapan khalayak luas untuk
disucikan, sekali setiap tahunnya, yakni pada 1 Syawal dalam kalender Islam.

Keraton Kanoman

Keraton ini didirikan pada 1510 tahun Saka atau tahun 1588 oleh Sultan Kanoman I (Sultan Badridin alias Pangeran Kertawijaya), turunan ke-7 dari Sunan Gunung Jati (Syarief Hidayatullah). Letak keraton ini hanya beberapa puluh meter saja dari Keraton Kasepuhan. Keraton seluas 6 hektare ini terbagi menjadi 4 bagian, yaitu bagian depan keraton,
halaman pertama, halaman kedua, dan halaman ketiga.

BARRY KUSUMA Keraton Kanoman di Cirebon, Jawa Barat.
Di setiap bagian terdapat bangunan-bangunan yang memiliki fungsi tersendiri. Tercatat, ada 27 bangunan yang terdapat di kompleks keraton yang berlokasi di Kampung Kanoman ini.

Keraton Kacirebonan

Sedikit berbeda dengan keraton sebelumnya, Keraton Kacirebonan memiliki luas lebih kecil, hanya sekitar 46 ribu meter persegi saja. Arsitekturnya pun tergolong lebih modern, layaknya bangunan Eropa tempo dulu. Keraton ini didirikan pada 1808 oleh Pangeran Anom.

Di Keraton Kacirebonan terdapat sejumlah bangunan yakni, rumah induk, paseban (bangunan semi terbuka), dan langgar. Di keraton ini juga masih menyimpan benda-benda bersejarah, seperti keris, wayang kulit, perlengkapan perang, gamelan, hingga topeng Cirebon. Hingga kini, keraton ini masih dihuni oleh keturunan Sultan.

BARRY KUSUMA Kota Cirebon kaya dengan bangunan-bangunan bersejarah.
Jika kita membawa mobil dari Jakarta, mengunjungi Cirebon sebenarnya cukup dikunjungi waktunya pada saat weekend. karena saya membawa kendaraan New Terios berangkat dari Jakarta hari Sabtu pagi dan sampai di Cirebon siang bisa sekaligus mengunjungi keraton-keraton tersebut yang berada di Kota Cirebon.

Jaraknya juga tidak jauh-jauh kok, dan esok harinya kita bisa berkuliner ria di sekitar kota Cirebon dan Minggu sorenya bisa kembali pulang ke Jakarta. Selamat berakhir pekan di Kota Cirebon, atau liburan mudik sudah hampir tiba nih. Jika anda menuju ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, kali ini Cirebon tidak hanya dilewati saja tapi juga harus disinggahi. (BARRY KUSUMA)

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X