Kompas.com - 15/06/2015, 12:36 WIB
EditorI Made Asdhiana
KULINER khas Surabaya ini merajai sajian dari gerobak dorong hingga restoran. Mari cicipi lontong balap Surabaya. Kuahnya yang segar dan gurih berpadu sambal petis pedas menghasilkan sensasi rasa yang meriah.

Kenikmatan itu bisa dijumpai di antaranya di warung lontong balap Pak Gendut yang hadir sejak 1958. Sepiring lontong balap tersaji bersama lentho, mirip perkedel, tapi terbuat dari kacang merah. Di piring lain terhidang sepuluh tusuk sate kerang bertabur bawang goreng. Tak lupa disandingkan semangkuk kecil sambal petis udang Sidoarjo yang menguarkan aroma khas.

Lontong balap termasuk kategori makanan berat sekelas nasi meski terbuat dari bahan-bahan yang sederhana, yaitu irisan lontong, tahu goreng yang dipotong-potong, dan taoge yang hanya disiram air panas.

Campuran bahan itu kemudian disiram dengan kuah bening panas. Untuk menjaga kuah tetap panas, kuali terus dipanggang di atas tungku berbahan bakar arang yang membara. Sebelum disajikan, tak lupa ditaburkan irisan daun bawang dan bawang goreng ditambah kecap manis.

Kelezatan

Komposisi bahan yang sederhana bukan berarti tak bercita rasa. Di sinilah keunikan lontong balap. Kelezatannya ditentukan oleh kuah yang bening tapi segar dan gurih, sambal petis yang pedas, serta lentho.

Ahli waris resep masakan lontong balap Pak Gendut, Aris Taufiq, mengatakan, dirinya hanya memasak bahan-bahan pilihan yang terjaga kesegarannya. Setiap hari, putra tunggal Pak Gendut (alm) ini berbelanja bahan langsung ke pasar untuk mendapatkan bahan terbaik.

KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTI Lontong balap.
”Cita rasa lontong balap juga dipengaruhi oleh teknik atau cara memasak serta peralatan yang digunakan. Kami memilih cara tradisional meski butuh proses panjang,” ujar Aris.

Untuk menghasilkan kuah yang lezat, misalnya, tidak cukup mengandalkan kesegaran bumbu rempah, seperti bawang putih, bawang merah, garam, dan tambahan udang. Akan tetapi, ramuan bumbu itu harus dimasak menggunakan kuali tanah untuk menjaga cita rasa.

Penggunaan bahan bakar saat memasak juga dipertimbangkan betul karena berimplikasi pada rasa masakan. Pilihan jatuh pada arang dari batok kelapa atau arang kayu dibandingkan elpiji dan minyak tanah. Alasannya, agar aroma kuah tak terkontaminasi oleh bau gas ataupun bau asap.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.