Acara Budaya Jadi Daya Tarik Penting Pariwisata

Kompas.com - 15/06/2015, 16:44 WIB
Peserta pawai yang berasal dari Solo Batik Carnival (SBC) memamerkan kostum-kostum batiknya saat digelar Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2011 di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (20/6/2011). TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Peserta pawai yang berasal dari Solo Batik Carnival (SBC) memamerkan kostum-kostum batiknya saat digelar Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2011 di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (20/6/2011).
EditorI Made Asdhiana
SOLO, KOMPAS - Penyelenggaraan acara-acara budaya menjadi faktor penting untuk menarik kunjungan wisatawan. Karena itu, kegiatan berbasis budaya perlu terus didorong dan dikembangkan sehingga menjadi daya tarik pariwisata.

”Sekitar 60 persen daya tarik wisata karena budaya, 35 persen karena faktor alam, dan 5 persen adalah faktor man made atau buatan manusia. Karena itu, banyaknya kegiatan budaya di Solo akan menjadi daya tarik wisatawan yang utama hari ini dan ke depan,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata, Ahman Sya saat membuka Solo Batik Carnival ke-8 tahun 2015 di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/6/2015).

Ahman Sya memberi apresiasi banyaknya acara-acara seni dan budaya yang digelar di Solo setiap tahun. Pada tahun 2015 tercatat Pemerintah Kota Solo dengan partisipasi aktif masyarakat menggelar 62 acara budaya. ”Partisipasi publik di Kota Solo ini luar biasa dan patut menjadi model dan contoh di seluruh indonesia,” ujarnya.

Menurut Ahman, pemerintah pusat telah manargetkan kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 mencapai 20 juta orang. Pihaknya berkeyakinan kreativitas para pemangku kepentingan di Solo menggelar banyak acara seni dan budaya bakal turut menjadi pendorong pencapaian target kunjungan wisman itu.

Ketua Panitia Solo Batik Carnival, yang juga Ketua Yayasan Solo Batik Carnival, Susanto mengatakan, Solo Batik Carnival 2015 mengusung tema ”Mancavarna” yang mengambil filosofi Jawa papat kiblat lima pancer. Filosofi ini merupakan penggambaran diri seorang manusia yang secara alami memiliki nafsu dan juga sifat mulia. Karnaval melibatkan 258 peserta karnaval, 90 pemusik, dan 200 pemain drama tari.

Penyelenggaraan Solo Batik Carnival masih menyedot perhatian masyarakat meskipun tidak banyak perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Para peserta mengenakan kostum karnaval dengan bahan utama kain batik dipadu berbagai pernak-pernik. Setiap peserta merancang kostum sendiri setelah mengikuti sejumlah lokakarya. Karnaval dimulai dari Stadion Sriwedari kemudian melintasi Jalan Slamet Riyadi dan berakhir di koridor Jalan Jenderal Sudirman.

Para peserta tampak antusias. Gitalis Angelia (16) mengaku menghabiskan tabungan pribadi lebih dari Rp 2 juta untuk membuat kostum karnaval berbahan utama batik tulis. Ia mengaku puas dengan hasil rancangannya dan bisa dipertontonkan kepada publik. ”Kostum ini adalah sebuah karya seni,” katanya.

Peserta lainnya, Isabela Saskia (16), mengaku, sejak lama tertarik bisa menjadi salah satu peserta Solo Batik Carnival. Isabela juga mengaku menghabiskan lebih dari Rp 1 juta untuk membuat sebuah kostum dengan tema air.

”Ini pakai bahan batik motif Sidomukti, belinya di Pasar Klewer. Setelah itu saya jahit sendiri dengan dibantu ibu,” kata Isabela. (RWN)

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Makan Makan
Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Makan Makan
Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Whats Hot
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

Whats Hot
Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

Whats Hot
Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Makan Makan
Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Makan Makan
Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Whats Hot
Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Whats Hot
Tren Bikin Roti Sendiri Gara-gara Corona, Warga Amerika Jadi Kehabisan Tepung dan Ragi

Tren Bikin Roti Sendiri Gara-gara Corona, Warga Amerika Jadi Kehabisan Tepung dan Ragi

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X