Kompas.com - 15/06/2015, 19:08 WIB
EditorI Made Asdhiana

”Enam puluh persen keuntungan dari adopsi dan rehabilitasi karang, saya teruskan ke APL. Orang bilang saya gila, tapi bagi saya ini amal. Jangan mimpi akan banyak ikan kalau tidak ada koral,” katanya.

Selain karang, ia pun memperbanyak hewan anemon yang menjadi rumah bagi ikan anemon atau ikan badut (Amphiprion sp) yang menjadi nama lokasi itu, Padang Nemo. Jumlah ikan badut itu kini sekitar 200 ekor dari 30-an ekor di tahun 2013.

Bahkan, jumlahnya pun pernah mencapai lebih dari 600 ekor, tetapi dicuri di malam hari. Karena itu, kini 11 orang pegawainya rutin menjaga kawasan itu. Selain menjaga dari pencuri, ia ingin menjamin ekosistem karang setempat terbentuk dan beristirahat dari aktivitas wisata.

Hingga kini, Pak May belum puas dan masih berambisi untuk membangun 8 kotak baru untuk memperluas ekosistem karang. Ia berharap pembangunan APL Padang Nemo menciptakan destinasi ekowisata alternatif yang lebih menarik di Kepulauan Seribu. Ini mengingat minat ekowisata bahari terumbu karang terdekat di ibu kota Jakarta ini, setiap akhir pekan dipadati 2.000-3.000 wisatawan.

Dampak ikutan lain, dengan mempercantik gosong pasir setempat, turut memberi habitat berbagai jenis ikan yang akan sangat berarti bagi warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan.

Sumarto dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan, langkah Pak May dan kawan-kawannya dalam APL ini bisa menjadi contoh pengelolaan konservasi yang berbasis masyarakat. Kawasan APL itu masuk dalam zonasi pemanfaatan tradisional Taman Nasional Kepulauan Seribu yang bebas dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Upaya masyarakat ini bisa terbilang masih baru dan awal. Namun, hasilnya dalam dua tahun ini-seperti tampak pada akhir Mei itu-perubahan yang ditunjukkan tampak baik. Gosong padang pasir berubah menjadi ekosistem terumbu karang yang sangat kaya biodiversitas. (ICH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.